JurnalPatroliNews – Jakarta – Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, tiba di Jakarta pada Senin malam, 28 Juli 2025, sekitar pukul 19.30 WIB. Kehadirannya menandai dimulainya kunjungan resmi selama dua hari dalam rangka Konsultasi Tahunan ke-13 antara Indonesia dan Malaysia.
Pesawat kenegaraan yang membawa Anwar beserta rombongan mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma. Dari tangga pesawat, Anwar tampak menuruni dengan mengenakan batik oranye berlengan panjang dan peci hitam, mencerminkan nuansa persahabatan dan penghormatan terhadap budaya tuan rumah.
Penyambutan kenegaraan digelar dengan penuh kehormatan. Barisan pasukan upacara berdiri tegap di sepanjang karpet biru, sementara alunan musik drum band TNI AU memperkuat suasana resmi prosesi tersebut.
Setibanya di landasan, Anwar disambut langsung oleh Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno juga turut hadir mewakili Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Usai berjabat tangan dengan para pejabat yang hadir, PM Anwar berjalan bersama Menlu dan Mendagri menuju kendaraan dinas resmi yang telah disiapkan untuk mengantarnya ke lokasi kegiatan berikutnya.
Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda konsultasi tahunan yang sudah dilaksanakan secara rutin sejak tahun 2006, secara bergantian di kedua negara. Forum bilateral ini berfungsi sebagai wadah pembahasan berbagai isu strategis seperti kerja sama ekonomi, pendidikan, perbatasan negara, hingga stabilitas keamanan kawasan.
Selain bertemu Presiden Prabowo Subianto untuk membahas agenda kerja sama bilateral, Anwar juga dijadwalkan menyampaikan pidato kebijakan di Sekretariat ASEAN di Jakarta. Dalam pidato tersebut, ia akan memaparkan arah kebijakan dan fokus utama Malaysia sebagai Ketua ASEAN 2025. Pidato ini dirancang untuk menyoroti langkah-langkah kolektif ASEAN di tengah dinamika geopolitik yang kian kompleks.
Delegasi Malaysia dalam kunjungan ini turut diperkuat oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Perdana Menteri Sarawak Haji Abdul Rahman Zohari, Ketua Menteri Sabah Hajiji Noor, serta para menteri dari bidang luar negeri, dalam negeri, investasi, dan pendidikan.














