Purbaya Siap Tindak Dirjen Bea Cukai jika Terbukti Terlibat Kasus Suap Impor

JurnalPatroliNews – Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan siap mencopot Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama apabila terbukti terlibat dalam kasus dugaan suap pengurusan impor yang menyeret bos Blueray Cargo, John Field.

“Kalau persidangan saya nggak akan ikut campur. Saya lihat saja hasilnya seperti apa. Kalau terbukti, ya harus ditindak,” kata Purbaya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Nama Djaka disebut muncul dalam dugaan perkara tersebut karena diduga menghadiri pertemuan dengan sejumlah pengusaha kargo sebelum praktik pengondisian jalur impor terjadi. Ia juga disebut diduga menerima suap senilai Rp2,9 miliar atau setara SGD213.600.

Pernyataan Purbaya disampaikan setelah Presiden Prabowo Subianto meminta dilakukan evaluasi total di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, termasuk pergantian pimpinan yang dinilai tidak mampu melakukan pembenahan birokrasi.

Dalam pidatonya pada Rapat Paripurna DPR RI terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF), Prabowo menekankan pentingnya reformasi menyeluruh di institusi Bea Cukai.

Menurut Presiden, pemerintah masih menerima banyak laporan dari pelaku usaha mengenai praktik pungutan liar dan hambatan birokrasi yang dinilai mengganggu aktivitas ekonomi nasional.

“Bea Cukai kita harus diperbaiki. Menteri Keuangan, kalau pimpinan Bea Cukai tidak mampu, segera diganti,” tegas Prabowo di Gedung Parlemen.

Presiden juga meminta seluruh kementerian dan lembaga negara tidak ragu menindak aparat yang terbukti melakukan pelanggaran maupun penyalahgunaan kewenangan.

“Yang melanggar harus ditindak. Semua institusi pemerintah harus bekerja dengan baik, hilangkan korupsi, penyalahgunaan wewenang, dan praktik-praktik yang menghambat ekonomi,” ujar Prabowo.