Rano Karno Ingin JIS Berkembang Seperti San Siro, Jadi Ikon Sepak Bola dan Wisata Olahraga


JurnalPatroliNews – MILAN — Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menginisiasi penjajakan kerja sama antara San Siro Stadium dan Jakarta International Stadium (JIS) dalam upaya meningkatkan kualitas pengelolaan stadion bertaraf internasional.

Pertemuan tersebut berlangsung di San Siro Stadium, Milan, Italia, saat Rano bersama delegasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bertemu dengan General Manager San Siro Stadium Fabrizio Caruso serta Business Development San Siro Stadium Michele Finucci.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas peluang pertukaran pengetahuan terkait pengelolaan stadion internasional, penyelenggaraan event besar, pengembangan museum stadion, teknologi pembibitan rumput, hingga strategi membangun keterlibatan penggemar atau fan engagement dalam menjaga fasilitas stadion.

Rano menilai Jakarta perlu belajar dari pengalaman San Siro yang menjadi salah satu ikon sepak bola dunia. Menurutnya, stadion modern tidak cukup hanya menjadi tempat pertandingan, tetapi juga harus berkembang sebagai destinasi wisata olahraga, pusat ekonomi kreatif, ruang hiburan, serta simbol kebanggaan warga.

“San Siro adalah salah satu ikon sepak bola dunia yang sudah berusia 100 tahun sejak 1925 dan terus berkembang hingga memiliki kapasitas 75.000 penonton. Kita datang bukan sekadar berkunjung, tetapi belajar bagaimana sebuah stadion bisa hidup sebagai ruang sejarah, bisnis, hiburan, dan menjadi kebanggaan warga. JIS punya potensi besar untuk berkembang ke arah sana,” ujar Rano.

Ia juga mendorong PT Jakarta Propertindo selaku pengelola JIS untuk menindaklanjuti komunikasi dan transfer pengetahuan dengan pihak San Siro Stadium.

Menurutnya, kolaborasi tersebut dapat mencakup tata kelola stadion, manajemen event berskala besar, optimalisasi aktivitas nonpertandingan, hingga pengembangan pengalaman pengunjung agar JIS dapat hidup sepanjang tahun.

Pertemuan ini juga dinilai sejalan dengan rencana kedatangan AC Milan ke Jakarta pada 8 Agustus 2026 untuk menghadapi Chelsea FC dalam laga pramusim di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Rano menilai agenda tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Jakarta memiliki daya tarik besar sebagai pasar sepak bola internasional sekaligus kota penyelenggara event olahraga kelas dunia.

“Kedatangan AC Milan ke Jakarta adalah sinyal penting. Dunia melihat Jakarta sebagai pasar, sebagai panggung, dan sebagai kota yang punya gairah besar terhadap sepak bola. Maka tugas kita adalah memastikan Jakarta siap bukan hanya sebagai tuan rumah pertandingan, tetapi juga sebagai kota yang mampu menghadirkan pengalaman kelas dunia,” katanya.

Dalam kesempatan itu, delegasi DKI Jakarta juga melakukan tur museum dan stadion untuk melihat langsung bagaimana San Siro mengelola sejarah AC Milan dan Inter Milan sebagai bagian dari pengalaman pengunjung.

Delegasi mendapatkan penjelasan mengenai pengelolaan museum, tur stadion, narasi sejarah klub, serta cara San Siro menjaga hubungan emosional antara stadion, klub, dan para pendukungnya.

Michele Finucci menyampaikan pihaknya terbuka untuk berbagi pengalaman dengan Jakarta. Menurutnya, stadion modern harus dikelola bukan hanya sebagai arena pertandingan, tetapi juga sebagai ruang pengalaman publik yang memiliki nilai sejarah, ekonomi, dan emosional.

“San Siro adalah stadion yang sangat bersejarah. Kami memiliki pengalaman panjang dalam mengelola pertandingan, tur stadion, museum, dan berbagai kegiatan yang melibatkan para penggemar. Kami senang dapat berbagi pengalaman dan berdiskusi dengan delegasi dari Jakarta mengenai bagaimana stadion dapat dikelola sebagai tempat pertandingan, destinasi wisata, sekaligus ruang interaksi publik,” ujar Michele.