JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan tengah mempertimbangkan untuk mengganti perusahaan milik Elon Musk, SpaceX, dari keterlibatannya dalam proyek pertahanan satelit Golden Dome. Tim pemerintahan Trump disebut telah mulai menjajaki alternatif lain sebagai mitra dalam proyek besar pertahanan tersebut.
Salah satu pihak yang didekati adalah Project Kuiper, perusahaan satelit orbit rendah (LEO) milik Jeff Bezos, pendiri Amazon. Selain itu, beberapa perusahaan kontraktor militer lainnya juga telah diajak berdiskusi untuk kemungkinan ambil bagian dalam proyek ini.
Hingga kini, pemerintah AS mengandalkan layanan satelit komunikasi militer dari SpaceX, terutama melalui jaringan Starlink dan Starshield. Namun, kekhawatiran akan ketergantungan pada satu pihak memicu niat untuk mendiversifikasi penyedia infrastruktur, terutama untuk proyek Golden Dome yang bernilai fantastis, yakni mencapai US$175 miliar atau sekitar Rp2.852 triliun.
Meski dinamika politik antara Trump dan Musk tengah memanas, laporan dari Reuters mengungkap bahwa pencarian alternatif sebenarnya telah dilakukan lebih awal, sebelum hubungan keduanya memburuk. Militer AS disebut waspada terhadap risiko strategis bila hanya mengandalkan satu entitas swasta dalam pengembangan sistem pertahanan penting ini.
Golden Dome sendiri dirancang sebagai sistem pertahanan udara berbasis satelit, terinspirasi dari sistem Iron Dome milik Israel. Namun, cakupan wilayah yang lebih luas menjadikan kebutuhan akan konstelasi satelit jauh lebih kompleks bagi AS.
Saat ini, SpaceX telah meluncurkan lebih dari 9.000 satelit Starlink, dan punya rekam jejak dalam memenuhi kebutuhan komunikasi pemerintah. Sebaliknya, Project Kuiper baru saja memulai operasinya, dengan 78 satelit yang sudah diluncurkan dari rencana total 3.000 satelit LEO.
Di tengah isu ini, Elon Musk sempat memberikan komentar lewat platform X, menyatakan bahwa sistem pengadaan pemerintah federal seharusnya memilih mitra berdasarkan efisiensi dan biaya terbaik, dan tidak semestinya dipengaruhi faktor politik.
Sementara itu, Jeff Bezos sebelumnya telah menuturkan bahwa meskipun Kuiper difokuskan untuk sektor komersial, tidak menutup kemungkinan digunakan untuk kepentingan strategis, termasuk proyek pertahanan.
Golden Dome diumumkan tak lama setelah Trump kembali menjabat sebagai Presiden pada Februari lalu. Proyek ini dikoordinasi langsung oleh Jenderal Michael Guetlin dari satuan militer luar angkasa AS, Space Force. Pentagon menyatakan bahwa struktur utama dari sistem pertahanan ini akan mulai dikembangkan dalam waktu dua bulan.
Tak hanya infrastruktur satelit, Golden Dome juga akan melibatkan perusahaan besar seperti Lockheed Martin dan RTX dalam pengembangan sistem senjata pendukung.














