Duh, Wamenkes Ungkap Ada 65 Kasus Mutasi Corona di Indonesia

  • Whatsapp
Wakil Mentri Kesehatan/ Dante Saksono FOTO ( CNBC )

JurnalPatroliNews – Jakarta – Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono mengungkapkan jumlah kasus mutasi SARS-CoV-2 alias virus corona di tanah air sudah mencapai 65. Demikian diungkapkan Dante saat menjadi pembicara dalam Dialog Produktif Kabar Kamis yang ditayangkan kanal Youtube FMB9ID_IKP pada, Kamis (10/6/2021).

Menurut dia, ada 17 laboratorium di seluruh Indonesia yang mampu melakukan pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) untuk mendeteksi varian-varian baru virus corona. Setiap pekan, ada lima sampel yang secara acak dikirimkan dari tiap-tiap wilayah ke 17 laboratorium tersebut. Kemudian data itu dikompilasi dan dianalisis.

BACA JUGA :

“Sejauh ini sudah terdapat 65 kasus mutasi varian-varian yang telah diperiksa 17 laboratorium tersebut,” ujar Dante.

Kendati demikian, menurut dia, penularan yang terjadi secara masif dan tepat bisa menjadi salah satu tolok ukur yang memperlihatkan adanya suatu varian baru.

“Jadi varian-varian tersebut memang perlu dideteksi tetapi lebih baik kita menganggap terdapat varian baru tersebut daripada kita mengabaikannya sehingga pendekatan yang lebih intensif kita lakukan di daerah-daerah yang mengalami lonjakan yang ketat,” kata Dante.

Dalam kesempatan itu, dia juga bicara soal kondisi rakyat yang sudah mengarungi pandemi Covid-19 lebih dari satu tahun.

“Saya paham sekali bahwa secara psikologis masyarakat sudah capek setelah satu tahun ini berjibaku menghadapi pandemi. Sehingga sudah ada yang merasa bosan, sudah ada yang merasa tertekan secara psikologis berada dalam situasi yang harus melakukan isolasi dan sebagainya, pembatasan gerak dan sebagainya, itu kita menyadari,” ujarnya.

“Tapi kita terus melakukan edukasi dan memperlihatkan berbagai macam contoh. Misalnya kejadian yang terjadi di Kudus dan Bangkalan yang kita tidak inginkan bersama-sama ini merupakan salah satu contoh bagaimana kalau kita melakukan abai dalam kegiatan protokol kesehatan yang benar maka hal ini bukan tidak mungkin terjadi di tempat-tempat lain,” lanjutnya.

Oleh karena itu, Dante mengungkapkan sosialisasi dan pemberdayaan masyarakat serta koordinasi dengan pemerintah daerah terus dilakukan. Sehingga di semua daerah apa yang terjadi bukan cuma tanggung jawab dari daerah tersebut tetapi tanggung jawab secara nasional.

“Pemerintah bersama masyarakat yang akan melakukan sinergi bersama supaya kegiatan ini bisa memberikan hasil yang maksimal,” ujar Dante.

Pos terkait