Pesan Budi Mulyawan di HUT ke 8 Kombatan: Hukum Bersih, Korupsi Diberantas, Rakyat Sejahtera

Dalam bidang sosial, Budi menekankan pendidikan gratis di semua jenjang sebagai hak dasar rakyat.

“Tidak boleh ada anak putus sekolah hanya karena orang tuanya tidak mampu. Negara lain bisa, Indonesia juga harus mampu. SDM unggul lahir dari pendidikan gratis dan berkualitas,” tegasnya.

Hal serupa ia sampaikan terkait layanan kesehatan gratis. Budi menekankan bahwa pelayanan kesehatan tidak boleh diskriminatif.

“Kesehatan gratis adalah hak rakyat. Jangan sampai ada cerita rakyat miskin meninggal karena tidak bisa membayar rumah sakit. BPJS harus berpihak pada rakyat, bukan jadi beban,” ujarnya.

Budi juga menegaskan pentingnya perlindungan pekerja dengan upah layak dan jaminan sosial yang manusiawi.

“Pekerja bukan mesin. Mereka manusia yang berhak atas kondisi kerja aman dan kesempatan berkembang. Kalau buruh sejahtera, ekonomi otomatis tumbuh lebih kuat,” kata Budi.

Selain itu, ia menyoroti UMKM dan sektor ekonomi kreatif sebagai tulang punggung perekonomian. UMKM, katanya, terbukti tangguh saat krisis dan menjadi penyerap tenaga kerja terbesar.

“UMKM harus diberi akses modal, pelatihan, dan perlindungan hukum. Jangan sampai mati kalah bersaing dengan korporasi besar. Sementara ekonomi kreatif perlu difasilitasi karena bisa melahirkan peluang baru bagi anak bangsa,” paparnya.

Dalam isu fiskal, Budi menekankan pentingnya sistem perpajakan yang adil dan progresif.

“Yang kaya harus bayar lebih besar. Rakyat kecil jangan dibebani kewajiban yang tidak masuk akal. Pajak harus jadi instrumen kesejahteraan rakyat, bukan penindasan baru,” tegasnya, sambil mengingatkan sejarah kelam pajak di era kolonial.

Mengakhiri pernyataannya, Budi menegaskan bahwa Kombatan akan terus konsisten berdiri bersama rakyat.

“HUT ke-8 ini adalah pengingat bahwa perjuangan belum selesai. Reformasi hukum, antikorupsi, pendidikan gratis, kesehatan gratis, pekerjaan layak, perlindungan UMKM, hingga pajak yang adil adalah agenda perjuangan yang tidak boleh ditunda. Kombatan akan tetap menjadi rumah besar perjuangan rakyat demi terwujudnya keadilan sosial di Indonesia,” pungkasnya. (**)