Internasional

Arab Saudi Resmi Deposit Rp 15 triliun ke Bank Sentral Yaman, Untuk Bantu Stabilkan Ekonomi Yaman

Avatar
×

Arab Saudi Resmi Deposit Rp 15 triliun ke Bank Sentral Yaman, Untuk Bantu Stabilkan Ekonomi Yaman

Sebarkan artikel ini
Bank Sentral Yaman, di Aden/Reuters

JurnalPatroliNews – Jakarta – Dalam langkah membantu meningkatkan ekonomi Yaman yang dilanda perang saudara selama bertahun-tahun, Arab Saudi telah menyetor sekitar 1 miliar dolar AS (Rp 15 triliun) ke bank sentral Yaman, yang berbasis di Aden.

Pengumuman itu datang ketika pemerintahan yang didukung Arab Saudi tengah berjuang dengan mata uang yang kian melemah, dengan harga bahan bakar dan komoditas yang semakin melambung tinggi.

JPN - advertising column


Example 300x600
JPN - advertising column

“Program ini bertujuan  mengembangkan peta jalan yang jelas dan visi untuk memberi perhatian kepada rakyat Yaman  dan memenuhi kebutuhan mereka, selain memperkuat upaya membangun cadangan di Bank Sentral Yaman untuk memungkinkannya meningkatkan stabilitas ekonomi,” kata Kantor Pers Saudi.

Berdasarkan laporan Aljazeera pada Rabu (22/2), keuangan Yaman saat ini semakin memburuk, sejak milisi Houthi melancarkan serangkaian serangannya ke depot-depot minyak negara pada akhir tahun lalu, yang akhirnya menghambat kegiatan ekspor minyak, dan mengganggu  pendapatan utama di negara itu.

Menanggapi deposit yang diberikan oleh Arab Saudi, Kepala Dewan Pimpinan Presiden Yaman Rashad Al Alimi dan Gubernur Bank Sentral Ahmad Ghaleb menyambut baik langkah tersebut.

“Deposit tersebut akan menjadi momentum yang kuat bagi ekonomi Yaman, stabilitas mata uang nasional, dan mengurangi krisis kemanusiaan yang diciptakan oleh milisi teroris Houthi yang didukung oleh rezim Iran,” kata Alimi, dimuat The National News.

Sejauh ini perang saudara antara milisi Houthi dengan pemerintahan yang diakui internasional sejak 2014 lalu itu telah membawa Yaman ke dalam jurang krisisnya, yang telah menewaskan puluhan ribu orang, dan menyebabkan negara itu masuk ke dalam daftar negara termiskin di Semenanjung Arab.

Editor: Muhammad Arya Putra