JurnalPatroliNews – Jakarta – Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menuai sorotan tajam saat menghabiskan akhir pekannya di Skotlandia dengan bermain golf, di tengah gelombang penolakan yang meluas atas kunjungannya.
Pada Sabtu, 26 Juli 2025 waktu setempat, Trump tampak asyik menikmati permainan golf di Turnberry, resor mewah milik keluarganya yang terletak di pesisir barat daya Skotlandia. Ia ditemani oleh putranya, Eric Trump, serta Duta Besar AS untuk Inggris, Warren Stephens.
Berseragam serba hitam dengan topi putih berlogo “USA”, Trump mengendarai mobil golf pribadinya dan menyelesaikan dua putaran permainan masing-masing sembilan lubang, dengan jeda makan siang di antaranya. Pengamanan sempat diperketat selama kunjungannya, lalu dilonggarkan menjelang sore usai sesi bermainnya berakhir.
Namun, jauh dari suasana tenang lapangan golf, protes besar terjadi di berbagai kota. Sekitar 160 kilometer dari Turnberry, ratusan demonstran memadati halaman Konsulat AS di Edinburgh. Mereka menyuarakan kecaman terhadap kehadiran Trump dan menyindir keras Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, atas penandatanganan perjanjian dagang dengan AS—yang mereka anggap sebagai bentuk kepatuhan politik yang berlebihan.
“Kami tidak ingin dia menginjakkan kaki di sini,” tegas Anita Bhadani dari Koalisi Hentikan Trump kepada CBC News, menggambarkan unjuk rasa sebagai bentuk “karnaval perlawanan” karena melibatkan berbagai aliansi, mulai dari aktivis lingkungan hingga kelompok solidaritas Palestina dan Ukraina.














