Warga Lokal dan Generasi Muda Ikut Bersikap
Para demonstran dari lintas usia pun bersatu menolak kunjungan Trump. Amy White, remaja 15 tahun asal Edinburgh, hadir bersama orang tuanya sambil membawa poster bertuliskan: “Kami tidak bernegosiasi dengan kaum fasis.”
“Kami di sini bukan karena agama atau warna kulit, tapi karena satu suara: kami tidak ingin Trump ada di negara ini,” ujarnya dengan tegas.
Mark Gorman, warga Edinburgh berusia 63 tahun, mengaku kecewa karena Trump terus datang ke tanah kelahiran nenek moyangnya. “Dia memalukan. Dia simbol dari semua hal yang saya benci dalam politik dunia,” katanya.
Meski tidak sebesar demonstrasi besar pada 2018, penolakan kali ini tetap lantang. Sorakan “Trump Keluar!” menggema diiringi bunyi bagpipe dan aneka spanduk yang menyindir tajam: “Tak ada karpet merah untuk diktator”, “Stop Trump, Selamat Datang Pengungsi”, bahkan ada seekor anjing dengan papan bertuliskan “Tak ada camilan untuk tiran.”
Agenda Politik Bayangan di Balik Golf
Di tengah kritik, sejumlah kelompok pendukung sayap kanan menyuarakan dukungan terhadap Trump melalui media sosial, khususnya dari wilayah Glasgow. Menurut laporan, Trump berencana bertemu dengan PM Keir Starmer dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen untuk membahas isu perdagangan bilateral. Namun sumber dalam menyebutkan bahwa prioritas utamanya tetap pada promosi bisnis properti milik keluarganya.
Trump dijadwalkan mengunjungi lapangan golf keduanya di Aberdeen, wilayah timur laut Skotlandia. Proyek tersebut akan diluncurkan secara resmi bulan depan, disertai seremoni pemotongan pita yang melibatkan keluarga Trump.
Pemerintah Skotlandia bahkan dilaporkan akan menyisihkan dana publik untuk mendukung pelaksanaan Kejuaraan Golf Nexo 2025 yang rencananya diadakan di properti Trump tersebut.
“Kami mengakui nilai strategis acara golf internasional dalam mendorong sektor pariwisata dan ekonomi lokal,” ujar Menteri Pertama Skotlandia, John Swinney.
Namun kritik tak berhenti. Di Aberdeen, anggota Parlemen Skotlandia, Maggie Chapman, menegaskan sikapnya: “Kami tidak hanya menolak Trump, tapi seluruh ideologi dan kebijakan yang ia bawa.”
Trump sendiri telah lama mengincar Turnberry sebagai tuan rumah British Open, namun impiannya belum juga tercapai sejak ia membeli properti itu pada 2014.
Menariknya, dalam unggahan media sosial terbarunya, Trump menyebut Turnberry sebagai salah satu dari “Lima Lapangan Golf Terbaik di Dunia”, mengutip Gary Player. Namun ia justru membuat kesalahan ejaan nama lokasi, yang langsung dimanfaatkan oleh para pengkritiknya sebagai bahan olok-olok.














