Diplomasi Dagang Prabowo di AS Dinilai Perkuat Pengembangan Kopdes Merah Putih

JurnalPatroliNews – Jakarta – Kesepakatan dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) hasil diplomasi Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump dinilai berpotensi memperkuat pengembangan perekonomian nasional.

Indonesia disebut memperoleh penurunan tarif ekspor dari potensi 32 persen menjadi 19 persen. Selain itu, sejumlah komoditas strategis seperti minyak sawit, kakao, rempah-rempah, karet, hingga komponen elektronik mendapatkan fasilitas tarif 0 persen.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Sultan Baktiar Najamudin, menilai capaian tersebut akan berdampak langsung pada pengembangan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

“Capaian diplomasi dagang Presiden Prabowo akan memberikan dampak nyata pada pengembangan Koperasi Merah Putih dan secara langsung menciptakan jutaan lapangan kerja di sektor riil Indonesia,” ujar Sultan dalam keterangan tertulis, Minggu (22/2/2026).

Menurutnya, kesepakatan dagang di tengah dinamika geopolitik global menjadi bukti kemampuan Presiden Prabowo dalam menerapkan politik bebas aktif Indonesia di antara negara-negara maju.

Ia menambahkan, selain potensi pasar kedua negara yang sama-sama besar di kelompok G20, keberhasilan ini juga didukung kesamaan visi pembangunan ekonomi serta komitmen mendorong perdamaian dunia dari kedua pemimpin.

Sebagai tindak lanjut, Sultan mendorong pemerintah daerah segera merespons capaian diplomatik tersebut dengan menyiapkan ekosistem hilirisasi komoditas perkebunan unggulan di wilayah masing-masing.

Pemerintah daerah diminta proaktif memanfaatkan momentum ini dengan mengembangkan komoditas ekspor unggulan melalui Koperasi Merah Putih.

“Dalam konteks persaingan global, selisih tarif yang timpang tersebut sangat menentukan daya saing harga di pasar utama dunia,” pungkasnya.