JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden FIFA, Gianni Infantino, kembali menuai sorotan setelah ia memberikan pujian besar-besaran kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sekaligus menganugerahkan Hadiah Perdamaian FIFA pertama dalam sejarah kepada Trump. Sikap Infantino itu dinilai melanggar prinsip etika organisasi.
Kelompok HAM FairSquare pada Selasa, 9 Desember 2025, mengumumkan bahwa mereka telah mengajukan laporan resmi kepada Komite Etik FIFA. Mereka menilai tindakan Infantino menciderai kepentingan komunitas sepak bola dunia.
Akar persoalan ini bermula pada acara pengundian Piala Dunia 2026 yang digelar 6 Desember 2025. Dalam momen tersebut, Infantino menyerahkan penghargaan perdamaian perdana FIFA kepada Trump. Piala Dunia 2026 sendiri akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada Juni–Juli tahun depan.
“Keluhan ini tidak semata tentang dukungan Infantino terhadap agenda politik Presiden Trump,” ujar Direktur Program FairSquare, Nicholas McGeehan, dikutip Al Jazeera pada Rabu, 10 Desember 2025.
Dalam pengaduannya, FairSquare menegaskan bahwa pemberian penghargaan perdamaian kepada seorang pemimpin politik aktif secara jelas bertentangan dengan kewajiban FIFA untuk menjaga netralitas. Jika Infantino mengambil langkah tersebut tanpa mandat yang sah, maka tindakan itu dapat dikategorikan sebagai penyalahgunaan kewenangan.
FairSquare juga menyoroti aktivitas Infantino sebelumnya yang melobi agar Trump memperoleh Nobel Perdamaian atas perannya dalam konflik Israel–Gaza. Mereka mendesak agar komite etik FIFA yang independen meninjau seluruh tindakan tersebut.
Komite Etik FIFA, bila memproses kasus itu, berpotensi menjatuhkan sanksi mulai dari teguran, peringatan, denda, hingga pelatihan kepatuhan. Bahkan larangan terlibat dalam kegiatan sepak bola juga dapat diberlakukan.
Infantino sampai saat ini belum memberikan respons. Sementara itu, pihak FIFA menolak mengomentari potensi proses etik tersebut.














