Kebakaran Hebat di Korea Selatan: Bahan Kimia Hambat Evakuasi, 14 Nyawa Melayang

JurnalPatroliNews – Jakarta – Sebuah tragedi memilukan melanda sektor industri Korea Selatan setelah kebakaran hebat menghanguskan sebuah pabrik suku cadang mobil di pusat kota Daejeon, Jumat (20/3/2026).

Insiden maut tersebut dilaporkan merenggut sedikitnya 14 nyawa pekerja dan menyebabkan 59 orang lainnya luka-luka.

Kebakaran mulai berkobar sekitar pukul 13.00 waktu setempat saat sekitar 170 pekerja tengah beraktivitas di dalam pabrik. Upaya pemadaman dan pencarian korban selamat sempat mengalami kendala serius akibat risiko bangunan yang tidak stabil dan ancaman runtuh.

Selain struktur bangunan, keberadaan bahan kimia jenis natrium yang disimpan di lokasi pabrik menjadi hambatan utama bagi petugas pemadam kebakaran. Sebagaimana dilaporkan kantor berita Yonhap, natrium memiliki sifat reaktif yang dapat memicu ledakan besar jika terpapar air atau penanganan yang salah.

“Kami mengonfirmasi jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 14 orang, dan saat ini tidak ada lagi korban yang dilaporkan hilang,” ungkap pejabat kementerian dalam negeri Korsel, Minggu (22/3/2026).

Respons Pemerintah dan Investigasi Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, telah mengunjungi lokasi kejadian dan menemui keluarga korban guna memberikan dukungan moril. Melalui pernyataan di platform X, Presiden Lee menegaskan komitmen pemerintah untuk mengusut tuntas penyebab insiden tersebut.

“Pemerintah akan menyelidiki secara menyeluruh penyebab insiden ini dan menyiapkan langkah-langkah mendasar guna mencegah tragedi serupa di masa depan,” tegas Lee Jae Myung.

Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran belum diketahui secara resmi. Namun, sejumlah saksi mata melaporkan sempat terdengar suara ledakan keras sebelum api melalap bangunan. Kobaran api baru berhasil dipadamkan sepenuhnya pada Sabtu sore waktu setempat setelah perjuangan keras petugas selama lebih dari 24 jam.