JurnalPatroliNews – Jakarta – Jumlah korban jiwa dalam kecelakaan tragis pesawat angkut Hercules C-130 milik Angkatan Udara (AU) Kolombia resmi meningkat menjadi 66 orang pada Senin (23/3/2026) waktu setempat. Insiden ini tercatat sebagai kecelakaan pesawat paling mematikan dalam sejarah militer Kolombia.
Menteri Pertahanan Kolombia, Pedro Sanchez, mengonfirmasi bahwa pesawat tersebut kehilangan kendali sesaat setelah lepas landas dari Puerto Leguizamo, sebuah wilayah strategis di dekat perbatasan Peru.
Selain menewaskan 66 personel, puluhan prajurit lainnya dilaporkan menderita luka bakar serius dan cedera akibat hantaman keras.
Kronologi Benturan dan Ledakan Petugas pemadam kebakaran senior, Eduardo San Juan Callejas, menjelaskan secara teknis bahwa pesawat mengalami benturan keras di area dekat ujung landasan pacu (runway) saat mencoba untuk terbang.
“Sayap pesawat menabrak tanah saat jatuh, yang kemudian memicu kebakaran hebat dan ledakan di bagian dalam badan pesawat,” ujar Callejas sebagaimana dikutip dari Reuters. Ledakan tersebut diduga menjadi faktor utama tingginya angka fatalitas di dalam kabin penumpang yang mengangkut dua peleton tentara.
Kendala Evakuasi di Medan Terpencil Pihak Militer Kolombia mengakui bahwa proses evakuasi jenazah dan penyelamatan korban luka menghadapi tantangan berat.
Lokasi jatuhnya pesawat berada di kawasan terpencil dengan akses darat yang terbatas, sehingga tim SAR harus mengandalkan helikopter dan perlengkapan khusus untuk mencapai titik api.
Hingga berita ini diturunkan, tim investigasi gabungan telah dikerahkan untuk memeriksa kotak hitam dan sisa reruntuhan guna memastikan apakah kecelakaan dipicu oleh kegagalan mekanis pada mesin atau faktor human error di tengah kondisi operasional di wilayah perbatasan.














