Pengiriman Chip ke China Tertunda, Saham NVIDIA Anjlok Jelang Laporan Kuartal I


JurnalPatroliNews – NEW YORK — Saham NVIDIA Corporation kembali mengalami tekanan menjelang rilis laporan kinerja kuartal pertama 2026. Harga saham perusahaan chip kecerdasan buatan (AI) tersebut turun sekitar 4 persen dan mendekati level psikologis 200 dolar AS.

Penurunan ini dipicu kabar bahwa pengiriman chip AI H200 milik NVIDIA ke China masih tertunda, meski pemerintah Amerika Serikat disebut telah memberikan persetujuan penjualan kepada sejumlah perusahaan teknologi besar di Negeri Tirai Bambu.

Pasar China selama ini menjadi salah satu sumber pertumbuhan utama bagi bisnis pusat data dan AI NVIDIA. Karena itu, keterlambatan pengiriman memicu kekhawatiran investor terhadap prospek pertumbuhan pendapatan perusahaan.

Laporan menyebut chip AI H200 NVIDIA sebenarnya telah mendapat persetujuan penjualan untuk perusahaan-perusahaan besar seperti Alibaba Group, Tencent Holdings, ByteDance, dan JD.com.

Namun hingga kini, izin pengiriman final dari otoritas China belum juga diterbitkan sehingga menimbulkan ketidakpastian terhadap realisasi pendapatan dari transaksi tersebut.

“Ketidakpastian soal persetujuan pengiriman akhir membuat investor mulai mempertanyakan kapan pendapatan dari pasar China benar-benar bisa masuk ke laporan keuangan NVIDIA,” tulis laporan FXLeaders, dikutip Sabtu (16/5/2026).

Situasi ini membuat investor semakin berhati-hati terhadap saham sektor semikonduktor, terutama perusahaan yang memiliki ketergantungan besar terhadap pasar China.

Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan China juga masih menjadi salah satu risiko terbesar bagi NVIDIA, khususnya terkait pembatasan ekspor teknologi tinggi.

Perusahaan sebelumnya mengungkapkan bahwa kebijakan pembatasan ekspor dari pemerintah AS telah menyebabkan kerugian miliaran dolar terhadap operasinya di China. Padahal, sebelumnya China merupakan salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat bagi bisnis pusat data perusahaan.

Kini, investor mulai mempertanyakan apakah NVIDIA mampu menggantikan potensi kehilangan pendapatan dari pasar China dengan permintaan dari wilayah lain seperti Eropa, Timur Tengah, atau Asia Tenggara.

Di tengah tekanan tersebut, CEO NVIDIA, Jensen Huang, diketahui turut bergabung dalam delegasi bisnis ke Beijing untuk membantu membuka kembali diskusi perdagangan semikonduktor dan menjaga hubungan dengan para pelanggan utama di China.

Langkah tersebut dinilai menjadi upaya penting NVIDIA untuk mempertahankan pijakan bisnisnya di tengah ketatnya persaingan industri chip global dan meningkatnya rivalitas dagang antara Washington dan Beijing.