JurnalPatroliNews – Jakarta – Pemerintah Malaysia mulai memperkuat pengamanan wilayah perbatasannya dengan memasang pagar kawat berduri di sejumlah lintasan ilegal yang menghubungkan langsung dengan Thailand.
Langkah ini ditempuh sebagai upaya menekan maraknya penyelundupan dan kejahatan lintas negara yang kerap terjadi di kawasan perbatasan sungai.
Tahap awal pemasangan dilakukan oleh kepolisian negara bagian Kelantan, membentang sepanjang sekitar 1,5 kilometer dari kawasan Rantau Panjang hingga Pos Ibrahim Pencen.
Area tersebut berada tepat di seberang Provinsi Narathiwat dan dipisahkan oleh aliran Sungai Golok yang selama ini kerap dimanfaatkan sebagai jalur keluar-masuk ilegal.
Kepala Kepolisian Kelantan, Mohd Yusoff Mamat, menyebutkan bahwa pagar kawat berduri akan dipasang di puluhan jalur tikus yang sebelumnya telah ditutup oleh aparat keamanan.
“Kawat berduri ini akan dipasang di 26 jalur ilegal yang sebelumnya telah dihancurkan oleh aparat keamanan,” ujarnya, dikutip dari Bangkok Post, Sabtu 14 Februari 2026.
Proyek pengamanan perbatasan ini menghabiskan anggaran sekitar 100.000 ringgit dan sepenuhnya dibiayai oleh pemerintah federal Malaysia. Pengerjaannya ditargetkan selesai sebelum bulan Ramadan yang diperkirakan dimulai pada pertengahan Februari.
Selain pemasangan kawat berduri, aparat Malaysia juga telah membongkar sejumlah dermaga tidak resmi dan akses liar di sepanjang sungai. Langkah ini dilakukan untuk memutus jalur penyelundupan barang, perdagangan manusia, peredaran narkoba, serta berbagai bentuk kejahatan lintas batas lainnya.
Sebelumnya, pemerintah negara bagian sempat mengusulkan pembangunan tembok beton permanen di wilayah perbatasan. Namun, pemerintah pusat akhirnya memilih pendekatan pengamanan berbasis teknologi dan penguatan patroli sebagai strategi jangka panjang pengendalian perbatasan.













