PM Inggris Terjun ke TikTok di Tengah Larangan Aplikasi di Lingkungan Pemerintah

JurnalPatroliNews – Jakarta – Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, resmi merambah platform TikTok, meski aplikasi tersebut masih diblokir dari seluruh perangkat milik instansi pemerintah.

Langkah itu dipandang sebagai strategi terbaru Starmer untuk menarik perhatian pemilih muda, terutama ketika indeks kepuasan publik terhadap pemerintahannya terus melemah.

Menurut keterangan dari juru bicara kantor perdana menteri, pembuatan akun tersebut telah melewati proses keamanan yang ketat.

“Pengamanan khusus diterapkan untuk mengelola akun TikTok milik Perdana Menteri,” katanya, menegaskan bahwa aktivitas di platform tersebut tetap berada dalam pemantauan penuh.

Pada unggahan video perdananya, Starmer mengajak warganet mengikuti akun barunya dengan sapaan ringan “TikTok, follow me”, ditemani sang istri saat menghadiri acara penyalaan lampu Natal di Downing Street.

Konten berikutnya memperlihatkan momen Starmer menyambut kedatangan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, sebelum kemudian berkumpul bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Friedrich Merz dalam agenda pembahasan proposal perdamaian untuk Ukraina.

Meskipun kini aktif di TikTok, kebijakan pemerintah Inggris mengenai platform tersebut belum berubah sejak Maret 2023, ketika larangan penggunaannya ditetapkan dengan alasan kekhawatiran keamanan data terkait perusahaan induk TikTok yang berbasis di Tiongkok, ByteDance.

“Pembatasan di perangkat pemerintah tetap berlaku. Tidak ada revisi terhadap kebijakan keamanan terkait aplikasi tersebut,” ujar juru bicara.

Peluncuran akun TikTok ini dianggap sebagai bagian dari kampanye komunikasi digital yang lebih agresif. Sebelumnya, Starmer memperkenalkan newsletter melalui Substack sebagai kanal baru untuk menjelaskan program pemerintah kepada publik.

Dalam tulisannya, Starmer menyebut:

“Cara orang berkomunikasi telah berubah, dan saya ingin berada dalam arus perubahan itu. Karena itulah saya hadir di Substack.”

Upaya memperluas jangkauan informasi juga terlihat dari langkah pemerintah memberikan kursi baris depan kepada dua influencer keuangan dalam konferensi pers terbaru—tanda jelas bahwa peran kreator konten kini diperhitungkan dalam strategi komunikasi politik.

TikTok sendiri masih mendominasi sebagai salah satu platform media sosial terbesar dunia, dengan sekitar 1,5 miliar pengguna global dan lebih dari 30 juta pengguna aktif dari Inggris.

Dengan bergabungnya Starmer ke platform tersebut, ia kini berada di jajaran pemimpin dunia yang sudah lebih dulu hadir di TikTok, seperti Emmanuel Macron, Donald Trump, dan Anthony Albanese.