JurnalPatroliNews – Jakarta – Serangan senjata berat dan drone yang dilancarkan Rusia menewaskan sedikitnya lima orang di Ukraina. Sebagai balasan, Ukraina meluncurkan operasi udara yang berhasil mengenai kilang minyak strategis di wilayah Saratov, Rusia.
Menurut laporan AFP, rentetan serangan tersebut terjadi pada Minggu (10/8/2025) waktu setempat, di tengah ketegangan yang terus berlanjut meski Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin dijadwalkan mengadakan pertemuan puncak. Pertemuan ini diklaim untuk meredakan konflik, namun Ukraina tidak dilibatkan dalam prosesnya.
Kepolisian nasional Ukraina mengonfirmasi, tiga warga sipil tewas dan satu terluka di wilayah Zaporizhzhia akibat tembakan Rusia. Dua korban jiwa lainnya dilaporkan di Donetsk, salah satu daerah sengketa di timur, sementara serangan di Odesa, kota tepi Laut Hitam, merenggut nyawa tiga pengunjung pantai.
Di pihak lain, militer Ukraina mengklaim drone mereka berhasil menembus jauh ke dalam wilayah Rusia dan menghantam fasilitas pengolahan minyak di Saratov, sekitar 1.000 kilometer dari garis pertempuran. Gubernur Saratov, Roman Busargin, hanya menyebutkan adanya kerusakan pada salah satu perusahaan industri tanpa memberi detail lebih lanjut.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi Kyiv untuk melemahkan sumber pendapatan Moskow dari sektor minyak dan gas, yang menjadi tulang punggung pembiayaan perang yang sudah berlangsung lebih dari tiga tahun.
Ukraina juga melaporkan keberhasilan merebut kembali desa Bezsalivka di wilayah Sumy dari pasukan Rusia, yang belakangan ini sempat mencatat kemajuan di medan tempur.
Sementara itu, Putin dan Trump dijadwalkan bertatap muka di Alaska pada Jumat mendatang. Pertemuan ini dipromosikan sebagai upaya mengakhiri konflik, meski Ukraina dan beberapa negara Eropa memperingatkan bahwa Kyiv seharusnya dilibatkan langsung dalam setiap perundingan damai.














