Turki Hentikan Penyelidikan Antidumping, Ekspor Baja Nirkarat Indonesia Makin Prospektif

JurnalPatroliNews – Jakarta — Peluang ekspor baja nirkarat Indonesia ke pasar Turki kian terbuka lebar setelah pemerintah setempat resmi menghentikan penyelidikan antidumping terhadap produk Cold-Rolled Stainless Steel Flat (CRSS) asal Indonesia.

Keputusan yang diumumkan pada 27 Desember 2025 itu memastikan produk nasional terbebas dari ancaman Bea Masuk Anti-Dumping (BMAD), sekaligus memperkuat kepastian hukum bagi para pelaku industri.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan, hasil ini bukan sekadar kemenangan prosedural, melainkan bukti nyata meningkatnya daya saing industri baja nasional di pasar internasional. Menurutnya, keputusan Turki menunjukkan bahwa produk Indonesia diperdagangkan secara adil dan telah memenuhi standar perdagangan global.

“Kami bersyukur keputusan ini berpihak pada Indonesia. Ini membuktikan bahwa baja nirkarat nasional diperdagangkan secara fair dan siap bersaing. Peluang ekspor ke Turki dan kawasan sekitarnya kini semakin terbuka,” ujar Budi Santoso di Jakarta, Sabtu, 17 Januari 2026.

Keberhasilan tersebut tak lepas dari kerja sama erat antara pemerintah dan pelaku usaha. Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Tommy Andana, mengapresiasi produsen baja nasional yang dinilai sangat kooperatif selama proses penyelidikan dengan menyediakan data yang lengkap dan akurat. Ia menyebut transparansi dan tata kelola industri yang baik menjadi kunci mematahkan tuduhan praktik dagang tidak sehat.

Secara ekonomi, keputusan ini berdampak besar mengingat performa ekspor CRSS Indonesia ke Turki terus menanjak. Dalam empat tahun terakhir, nilai ekspor melonjak dari 21,9 juta dolar AS pada 2020 menjadi 108,6 juta dolar AS pada 2024. Tren positif berlanjut hingga kuartal III 2025, dengan nilai ekspor yang telah mencapai 66,2 juta dolar AS.

Dengan berakhirnya hambatan antidumping, Indonesia kini memiliki peluang lebih luas untuk memperkuat posisinya dalam rantai pasok baja di kawasan Eurasia dan memperluas penetrasi pasar ke negara-negara sekitar Turki.