Usai Pertemuan Trump–Putin di Alaska Gagal Beri Terobosan, Rusia Gempur Ukraina dengan Rudal dan Puluhan Drone

JurnalPatroliNews – Kyiv – Hanya beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin mengakhiri pertemuan bersejarah mereka di Alaska tanpa hasil, Ukraina kembali diguncang serangan udara besar-besaran dari Moskow.

Menurut laporan Angkatan Udara Ukraina, Sabtu (16/8/2025) dini hari, Rusia meluncurkan rudal balistik Iskander-M serta 85 unit drone kamikaze Shahed ke berbagai wilayah. Serangan itu berlangsung sejak Jumat malam waktu setempat, bertepatan dengan selesainya negosiasi kedua pemimpin dunia tersebut.

“Pasukan Rusia menargetkan garis depan di empat wilayah berbeda,” demikian pernyataan militer Ukraina. Dari total serangan, 61 drone berhasil ditembak jatuh oleh pertahanan udara Kyiv.

Pertemuan di Alaska sebelumnya dipandang sebagai peluang langka untuk membuka jalan damai, namun ditutup tanpa adanya komitmen bersama. Tidak ada kesepakatan gencatan senjata, meskipun negara-negara Barat selama berbulan-bulan terus menekan Kremlin agar menghentikan agresi militernya.

Hingga kini, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky belum memberikan tanggapan resmi mengenai hasil pembicaraan tersebut.

Dalam wawancara bersama Fox News usai bertemu Putin, Trump menyatakan bahwa langkah selanjutnya ada di tangan Zelensky.

“Sekarang semuanya tergantung pada Presiden Zelensky untuk melanjutkan dan memastikan kesepakatan bisa tercapai,” kata Trump. Ia juga menyinggung perlunya peran negara-negara Eropa, meski menegaskan keputusan utama berada di Kyiv.

Sementara itu, serangan terbaru Rusia menegaskan bahwa konflik yang telah berlangsung lebih dari dua tahun ini masih jauh dari kata berakhir, meskipun diplomasi tingkat tinggi terus diupayakan.