JurnalPatroliNews – New York- Wali Kota New York City, Zohran Mamdani, menyambut bulan suci Ramadan 1447 H dengan penuh antusias. Dalam jumpa pers yang digelar di tengah proyek Timbale Terrace, Rabu (18/2/2026), politikus Partai Demokrat ini menyebut Ramadan sebagai bulan favoritnya sepanjang tahun.
Momen ini menjadi sejarah baru bagi kota terbesar di Amerika Serikat tersebut. Mamdani merupakan wali kota Muslim pertama dalam sejarah New York City yang menjalankan ibadah puasa saat sedang menjabat, memimpin lebih dari satu juta warga Muslim di kota tersebut.
Saat ditanya oleh awak media mengenai perasaannya menjalani hari pertama puasa sebagai pemimpin kota, Mamdani menjawab dengan nada berkelakar yang mencairkan suasana.
“Saat ini saya merasa haus,” ujarnya sembari tersenyum, yang disambut tawa oleh para hadirin. “Tetapi, Ramadan adalah bulan favorit saya dalam setahun. Ini adalah bulan refleksi dan bulan solidaritas,” lanjut pria keturunan India ini.
Mamdani menekankan bahwa esensi Ramadan sering kali disalahpahami hanya sebatas menahan lapar dan haus sejak terbit hingga terbenam matahari.
Baginya, makna terdalam dari bulan ini adalah kesempatan untuk melakukan refleksi diri dan memperkuat rasa kebersamaan antarwarga.
“Ramadan juga bulan yang selalu saya nantikan karena maknanya bagi rasa kebersamaan. Berada di sini hari ini bersama kalian adalah momen yang menyehatkan jiwa,” ungkapnya.
Sebagai pemimpin yang dilantik pada 1 Januari 2026 lalu dengan bersumpah di atas Al-Quran, Mamdani bertekad untuk menggunakan bulan suci ini sebagai jembatan silaturahmi dengan seluruh komunitas Muslim di New York.
“Saya menantikan kesempatan untuk terhubung dengan umat Muslim di seluruh kota ini. Baik mereka yang bangun pagi untuk sahur sebelum bekerja, maupun mereka yang bekerja sepanjang malam dan sejenak berhenti untuk berbuka dengan sebutir kurma. Saya menantikan untuk berada bersama mereka,” tutup Mamdani.
Kehadiran Mamdani sebagai wali kota diharapkan membawa warna baru dalam inklusivitas dan pelayanan publik di New York, terutama dalam mempererat hubungan antara pemerintah dan komunitas lintas agama.














