Dinsos Buleleng Buka Dapur Umum Bagi Warga Terdampak Gempa Bumi di Karangasem & Bangli

  • Whatsapp
Pegawai Dinsos Buleleng ketika tugas aktif di Dapur Umum bagi masyarakat terdampak gempa.

JurnalPatroliNews – Bangli – Kepala Dinas Sosial Kabupaten Buleleng I Putu Kariaman Putra, S.Sos, MM diwakili oleh Kepala Seksi Pasca bencana Made Maheri, AKS melaksanakan tugas kemanusiaan di Kabupaten Karangasem berkaitan dengan di perpanjangnya penanganan tanggap bencana gempa bumi di Kabupaten Karangasem dan Kabupaten Bangli.

Dinas Sosial bersama Tagana Taruna Siaga Bencana Buleleng mendapatkan jadwal bertugas di dapur umum guna memfasilitasi warga yang terdampak bencana alam tersebut, seperti diungkapkan Kadis Sosial Kabupaten Buleleng Putu Kariaman Putra, S.Sos kepada Jurnalpatrolinews di Singaraja, pada hari Minggu pagi (24/10).

BACA JUGA :

Bahkan, Kadis Sosial Kabupaten Buleleng I Putu Kariaman Putra. S.Sos berharap, dengan adanya kegiatan ini bisa membantu meringankan beban dari warga masyarakat yang terdampak bencana.

Gempa Bali Merusak 600 Rumah di Karangasem, dan Bangli

Seperti informasi yang dihimpun Jurnalpatrolinews, bahwa gempa bumi juga mengakibatkan kerusakan berat pada 21 unit palinggih.

Hingga Minggu (24/10), ratusan KK yang tinggal di beberapa desa di wilayah Kecamatan Kintamani seperti Desa Trunyan masih terisolir karena sejumlah titik di satu-satunya akses jalur darat yang menghubungkan wilayah desa mereka menuju Kota Bangli masih tertimbun material longsor akibat gempa bumi 4,8 SR pada Sabtu (16/10) dini hari.

Gempa bumi di Bali, Sabtu (16/10) merusak sebanyak hampir 600 rumah warga di Kabupaten Karangasem. Badan Penanggalungan Bencana Nasional (BNPB) juga mengatakan, guncangan bumi bermagnitudo 4,8 skala richter (sr) kemarin, juga merusak bangunan-bangunan ibadah, candi, dan fasilitas peribadatan lainnya. Satu orang, pun dikatakan meninggal dunia, dan puluhan lainnya luka-luka.

BNPB juga menyertakan paket bantuan gizi sebanyak 153 paket, masker sebanyak 28 ribu lembar, serta sabun cuci 240 buah, lengkap dengan handsanitizer sebanyak 1.440 botol. Selain itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali, pun menetapkan Karangasem, dan Bali, sebagai lokasi darurat bencana selama sepekan mendatang. (TiR).-

Pos terkait