Hentikan Penangkapan Massal Buruh Migran Tak Berdokumen dan Penyiksaan di Pusat Penahanan Sementara di Sabah, Malaysia

  • Whatsapp

JurnalPatroliNews – Pada hari pertama kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP) Koalisi Buruh Migran Berdaulat (KBMB) melakukan aksi di depan Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta untuk menyerahkan petisi.

Hal ini dilatarbelakangi oleh situasi perempuan buruh migran yang masih terus mengalami kerentanan dan ancaman berlapis dari proses perekrutan hingga di pusat penahanan sementara. Investigasi KBMB mengungkap adanya kasus hilangnya nyawa seorang buruh migran yang tengah hamil akibat perlakuan yang tidak manusiawi di pusat penahanan sementara.

BACA JUGA :

Kerentanan yang dialami perempuan buruh migran menjadi penanda bahwa ketidakadilan masih terus dialami oleh perempuan. Negara sebagai otoritas memiliki tanggung jawab penuh, namun kerap abai sehingga menyebabkan penindasan berlapis pada perempuan.

Otoritas Sabah telah melakukan operasi penangkapan buruh migran tak berdokumen secara besar-besaran di lokasi perbatasan, perkebunan, dan perkotaan. Razia dilakukan dengan alasan untuk menurunkan kasus penularan Covid-19. Namun, yang terjadi justru sebaliknya, kluster Covid-19 di pusat penahanan semakin meningkat dan tanpa ketersediaan fasilitas kesehatan yang memadai. Sejak Januari sampai November 2020, pemerintah Sabah telah menangkap setidaknya 12,800 buruh migran tak berdokumen.

Angka ini lebih sedikit dari jumlah tahanan imigrasi yang berhasil dideportasi sepanjang tahun 2020, sejumlah
7,673. Tingginya jumlah penangkapan dibanding jumlah deportasi menjadi salah satu penyebab berbagai pusat tahanan menjadi semakin penuh sesak.

Pada 31 Agustus 2021, setelah melakukan proses investigasi, Koalisi Buruh Migran Berdaulat (KBMB)
membuat sebuah petisi online untuk memprotes berbagai operasi penangkapan buruh migran tak
berdokumen di tengah situasi pandemi.

Petisi ditujukan kepada berbagai otoritas di Sabah yang kami nilai bertanggung jawab atas berbagai operasi penangkapan massal tersebut, seperti Jawatan Imigrasi Malaysia (JIM) Negeri Sabah, Menteri Besar (Chief Minister) Sabah, dan Jawatan Kesihatan Negeri Sabah.

Sampai hari ini petisi tersebut telah mendapatkan dukungan dari 313 individu dan organisasi baik dari Indonesia, Malaysia maupun negara lainnya. Pada hari ini KBMB ingin menyerahkan langsung petisi tersebut kepada perwakilan pemerintah Malaysia di Indonesia. Penyerahan petisi tersebut juga merupakan bentuk protes kami kepada pemerintah Sabah, Malaysia, yang masih terus melakukan berbagai operasi penangkapan berskala besar, walau sudah terbukti tidak efektif dalam menekan laju penularan Covid-19. Namun, perwakilan dari Kedutaan Besar Malaysia yang menemui massa aksi menolak memberikan komentar.

Bersamaan dengan penyerahan petisi tersebut, kami juga ingin menyampaikan temuan investigasi terbaru kami tentang memburuknya kondisi para buruh migran dan keluarganya yang ditangkap dan ditahan di pusat tahanan sementara dan lokasi-lokasi serupa tahanan lainnya di Sabah, Malaysia.

Pos terkait