142 Penumpang Terjebak di KM Bunda Maria, Kapal Baru Bisa Bergerak Setelah Air Pasang

JurnalPatroliNews | Ternate – Kapal Motor (KM) Bunda Maria yang melayani rute Ternate-Babang mengalami insiden kandas di perairan Oba, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, Kamis (13/8/2026) malam.

Kapal tersebut mengalami gangguan saat dalam perjalanan dari Pelabuhan Bastiong, Kota Ternate, menuju Pelabuhan Babang, Kabupaten Halmahera Selatan.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 23.00 WIT. Situasi sempat membuat para penumpang panik setelah kapal tidak dapat melanjutkan pelayaran.

Sejumlah video amatir yang beredar memperlihatkan suasana di dalam kapal ketika penumpang berteriak dan menangis akibat kapal terhenti di tengah perjalanan.

Kepala Basarnas Ternate Iwan Ramdani menjelaskan, insiden tersebut diduga bermula dari gangguan pada sistem Global Positioning System (GPS) kapal.

Gangguan tersebut menyebabkan kapal kehilangan arah hingga akhirnya kandas di perairan Oba.

“KM Bunda Maria mengalami gangguan pada sistem GPS sehingga kapal kehilangan arah dan akhirnya kandas di perairan Oba,” ujar Iwan.

Begitu menerima laporan, tim SAR gabungan langsung bergerak menuju lokasi. Petugas melakukan pemantauan sekaligus memastikan kondisi seluruh penumpang tetap aman.

Iwan menyebut KM Bunda Maria membawa 142 penumpang serta muatan campuran dengan berat sekitar lima ton.

Meski kapal sempat tidak dapat bergerak akibat kondisi perairan yang sedang surut, seluruh penumpang dipastikan dalam kondisi selamat.

Situasi semakin sulit karena insiden berlangsung pada malam hari dengan kondisi perairan yang surut. Kapal tidak bisa langsung ditarik atau diarahkan kembali ke jalur pelayaran.

Warga di sekitar lokasi juga sempat mendatangi kawasan tersebut untuk memberikan bantuan kepada para penumpang.

Namun, proses evakuasi dan penanganan kapal tidak dapat dilakukan secara maksimal sebelum kondisi air memungkinkan.

Tim SAR gabungan bersama unsur terkait akhirnya memilih menunggu hingga air laut kembali pasang.

Setelah kondisi perairan memungkinkan, petugas melakukan proses pengamanan dan membantu kapal memutar haluan agar dapat keluar dari titik kandas.

“Proses evakuasi dan penarikan kapal baru dapat dilakukan setelah air laut mulai pasang. Tim SAR gabungan bersama unsur terkait mengawal proses putar haluan hingga kapal berhasil keluar dari lokasi kandas dengan aman,” kata Iwan.

Setelah menunggu lebih dari tiga jam, KM Bunda Maria akhirnya berhasil keluar dari lokasi kandas.

Kapal kemudian mendapat pengawalan kapal patroli Basarnas Ternate menuju Pelabuhan Ahmad Yani, Kota Ternate.

KM Bunda Maria tiba di Pelabuhan Ahmad Yani sekitar 05.40 WIT, Jumat (14/8/2026).

Seluruh penumpang berhasil tiba dengan selamat.

Basarnas memastikan insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.

Meski sempat terjadi kepanikan di antara penumpang, proses penanganan dapat dilakukan hingga kapal berhasil keluar dari lokasi kandas.

Peristiwa ini menjadi perhatian karena gangguan navigasi pada kapal penumpang dapat menimbulkan risiko serius, terlebih ketika pelayaran berlangsung malam hari dan kondisi air laut sedang surut.

Basarnas bersama unsur terkait memastikan proses penanganan dilakukan hingga kapal berada di pelabuhan dalam kondisi aman.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden KM Bunda Maria tersebut.

Komentar