JurnalPatroliNews | Jakarta – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memilih tidak banyak berkomentar mengenai pertemuan Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Sugiono dengan sejumlah sekjen partai politik yang berlangsung pada Kamis (13/8/2026) malam.
Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira mengaku tidak mengetahui agenda pertemuan tersebut. Ia juga menilai komunikasi antarpimpinan partai politik merupakan urusan masing-masing pihak.
“Sekjen koalisi? Nggak tahu saya, urusan orang,” kata Andreas saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Pernyataan Andreas muncul setelah Sugiono menggelar pertemuan dengan sejumlah sekretaris jenderal partai politik yang selama ini berada dalam barisan pendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Dalam pertemuan tersebut, tidak terlihat Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.
Meski demikian, Andreas tidak melihat absennya PDIP sebagai persoalan yang perlu dipermasalahkan.
Ia justru menganggap pertemuan para sekjen partai tersebut sebagai bagian dari komunikasi dan silaturahmi politik.
“Ya silaturahmi, saya nggak ada, nggak ada. Saya nggak tahu gitu, saya baru datang,” ujarnya.
Ketika kembali ditanya mengenai pertemuan tersebut, Andreas memberikan jawaban singkat.
“Nggak apa-apa,” katanya.
Sebelumnya, Sekjen Partai Gerindra Sugiono memang mengumpulkan sejumlah sekjen partai politik dalam sebuah pertemuan yang dikemas sebagai ajang silaturahmi menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sugiono menyebut pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antarpimpinan partai sekaligus melakukan refleksi terhadap perjalanan koalisi selama hampir dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Pertemuan ini merupakan silaturahmi yang selama ini belum sempat dilakukan,” ujar Sugiono.
Menurut dia, pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Selain menyambut HUT Kemerdekaan RI, agenda tersebut juga dimanfaatkan untuk mempererat komunikasi di antara partai-partai yang mendukung pemerintahan.
“Kami berkumpul dalam suasana kekeluargaan untuk menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus merefleksikan perjalanan koalisi selama hampir dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka,” kata Sugiono.
Sejumlah partai politik yang hadir antara lain Gerindra, Golkar, PKB, Demokrat, PAN, PKS, NasDem, PSI, PBB, Gelora, Partai Garuda, dan Partai Rakyat Adil Makmur.
Pertemuan tersebut menarik perhatian karena PDIP tidak tampak dalam jajaran partai yang hadir.
Namun, dari pernyataan Andreas, PDIP tidak memandang pertemuan tersebut sebagai sesuatu yang harus dipersoalkan.
Sikap tersebut menunjukkan bahwa PDIP memilih menempatkan pertemuan para sekjen partai sebagai bagian dari dinamika komunikasi politik, tanpa memberikan penilaian lebih jauh mengenai agenda atau arah pembicaraan di dalamnya.
Di tengah dinamika politik nasional, pertemuan lintas partai tetap menjadi perhatian karena komunikasi antarelite politik kerap menjadi bagian dari proses membangun kesepahaman, terutama menjelang momentum politik berikutnya.
Meski demikian, hingga kini belum ada pernyataan dari pihak-pihak yang hadir mengenai adanya agenda politik khusus di balik pertemuan tersebut.















Komentar