200 Jurnalis PWI Akan Ikuti Retret Bela Negara di Akmil Magelang

Munir juga membuka peluang kolaborasi lebih luas antara insan pers dan Kementerian Pertahanan dalam berbagai program sepanjang 2026, termasuk kegiatan yang berkaitan dengan penguatan wawasan kebangsaan.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan apresiasi atas inisiatif PWI dalam menyelenggarakan HPN 2026. Ia menyatakan keyakinannya bahwa Presiden RI memiliki perhatian besar terhadap peran dan kontribusi wartawan bagi bangsa.

Secara khusus, Menhan mengusulkan penyelenggaraan retret bela negara bagi wartawan sebagai bentuk sinergi antara Kemenhan dan PWI. “Retret untuk sekitar 200 wartawan dari seluruh Indonesia bisa difasilitasi, seperti yang pernah dilakukan bersama KADIN. Teknisnya dapat dikoordinasikan dengan Biro Informasi Pertahanan,” ujarnya.

Dalam suasana pertemuan yang hangat, Menhan juga mengenang kedekatannya dengan sejumlah tokoh pers nasional saat menjabat sebagai Kepala Pusat Penerangan TNI. Ia mengaku banyak belajar dari figur-figur legendaris seperti Jakob Oetama dan Sabam Siagian.

Sjafrie turut mengungkapkan kekagumannya terhadap almarhum Rosihan Anwar, mantan Ketua Umum PWI, yang dikenal memiliki keberanian luar biasa sebagai wartawan muda hingga mampu mewawancarai Panglima Besar Jenderal Soedirman di masa perang gerilya.

Menurut Menhan, sejak masa perjuangan hingga era modern, pers selalu memegang peran penting dalam perjalanan bangsa. Ia berharap kontribusi tersebut terus menguat di masa mendatang.

Audiensi antara PWI Pusat dan Kementerian Pertahanan pun ditutup dengan penyerahan cenderamata serta sesi foto bersama jajaran pimpinan kedua lembaga.