Ali Masykur Musa Turun Langsung ke Tambakberas, Ada Pesan di Balik Dukungan PLN untuk Muktamar NU

JurnalPatroliNews | Jombang — Dukungan terhadap Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, tidak hanya hadir dalam bentuk kesiapan teknis. Di balik pasokan listrik dan konektivitas internet yang disiapkan untuk menopang rangkaian kegiatan, ada pesan tentang bagaimana badan usaha milik negara (BUMN) mengambil bagian dalam agenda keumatan dan kebangsaan.

Pesan itu terlihat dari langkah Komisaris Independen PT PLN (Persero), Prof. Dr. KH Ali Masykur Musa, yang turun langsung meninjau kesiapan infrastruktur kelistrikan dan jaringan di sejumlah lokasi kegiatan di Jombang.

Peninjauan tersebut dilakukan menjelang pelaksanaan Istighotsah dan Manaqib Kubro JATMAN di Pondok Pesantren Al Amanah 2 serta Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

Kedua agenda tersebut diperkirakan membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai karena melibatkan kegiatan keagamaan dan organisasi dengan jumlah peserta yang besar. Karena itu, keandalan pasokan energi serta jaringan komunikasi menjadi salah satu bagian penting dari persiapan penyelenggaraan.

Ali Masykur Musa meninjau langsung kesiapan tersebut untuk memastikan kebutuhan teknis PLN dan PLN Icon Plus dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Saat berada di Pondok Pesantren Al Amanah 2, Ali Masykur Musa didampingi Pengasuh Pondok Pesantren Al Amanah 2, KH Abdul Khaliq Hasan. Sementara ketika meninjau kawasan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas, ia didampingi Ketua Panitia Muktamar serta jajaran personal PLN UPD Jombang.

Bagi Ali Masykur Musa, dukungan PLN tidak berhenti pada memastikan listrik tersedia. Infrastruktur energi dan konektivitas digital dipandang sebagai bagian dari pelayanan yang ikut menentukan kelancaran agenda keumatan, kebangsaan dan kemasyarakatan.

“PLN berkomitmen memberikan dukungan penuh agar seluruh rangkaian Istighotsah dan Manaqib Kubro JATMAN serta Muktamar NU ke-35 dapat berlangsung dengan lancar. Ketersediaan listrik dan jaringan internet bukan sekadar persoalan teknis, tetapi merupakan bagian penting dari pelayanan,” ujar Ali Masykur Musa dalam keterangan tertulis, Selasa (25/8/2026).

Ada Pesan di Balik Dukungan PLN

Peninjauan langsung tersebut memperlihatkan bahwa kesiapan PLN diposisikan sebagai bagian dari dukungan terhadap keseluruhan kegiatan, bukan sekadar pekerjaan teknis di balik layar.

PLN bersama PLN Icon Plus memastikan kawasan kegiatan memperoleh dukungan energi dan jaringan komunikasi yang memadai. Infrastruktur tersebut diperlukan untuk menunjang aktivitas panitia, peserta, komunikasi, dokumentasi, publikasi serta berbagai kebutuhan pendukung lainnya.

Ali Masykur Musa menilai keterlibatan PLN sekaligus mencerminkan semangat gotong royong kebangsaan.

Menurut dia, kehadiran BUMN di tengah kegiatan masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui pelayanan korporasi, tetapi juga melalui dukungan terhadap agenda yang memiliki nilai keumatan dan kebangsaan.

“Ini adalah bentuk nyata bagaimana BUMN hadir di tengah masyarakat. PLN tidak hanya memastikan listrik menyala, tetapi juga menghadirkan konektivitas melalui PLN Icon Plus,” katanya.

Ia menambahkan, besarnya skala kegiatan menuntut kesiapan infrastruktur yang sebanding. Karena itu, persiapan dilakukan di dua titik kegiatan, yakni Pondok Pesantren Al Amanah 2 untuk rangkaian Istighotsah dan Manaqib Kubro JATMAN serta Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas sebagai lokasi Muktamar ke-35 NU.

“Kita ingin memberikan yang terbaik. Karena bagi kami, mendukung kegiatan ini bukan semata-mata menjalankan tugas korporasi, tetapi juga bagian dari khidmah kepada masyarakat, kepada umat dan kepada bangsa,” ujar Ali Masykur Musa.

Energi di Balik Agenda Keumatan

Istighotsah dan Manaqib Kubro JATMAN merupakan kegiatan yang mempertemukan jamaah dalam rangkaian doa, dzikir serta penghormatan terhadap ulama dan kesinambungan sanad keilmuan maupun spiritualitas thariqah.

Sementara Muktamar ke-35 NU menjadi forum strategis bagi Nahdlatul Ulama untuk menentukan arah perjalanan organisasi dan khidmah kepada umat, bangsa serta kemanusiaan.

Di tengah agenda yang memiliki dimensi keagamaan dan organisasi tersebut, keberadaan listrik dan jaringan internet menjadi bagian yang tidak terlihat dari panggung utama, tetapi memiliki fungsi penting.

Pasokan listrik menopang penerangan, sistem suara, perangkat elektronik dan berbagai fasilitas kegiatan. Sementara konektivitas internet dibutuhkan untuk komunikasi, dokumentasi, publikasi dan aktivitas digital selama rangkaian acara berlangsung.

Karena itu, kesiapan PLN dan PLN Icon Plus menjadi bagian dari ekosistem pelayanan yang menopang pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Bagi Ali Masykur Musa, dukungan tersebut merupakan bentuk lain dari khidmah. Jika sebagian pihak hadir melalui doa dan dzikir, sebagian lainnya melalui tenaga, pikiran dan kepanitiaan, maka PLN mengambil peran dengan memastikan energi serta teknologi tetap tersedia.

Dari Jombang, dukungan tersebut mempertemukan dua unsur yang berbeda tetapi saling melengkapi: tradisi keumatan dan pelayanan teknologi.

JATMAN menghadirkan kekuatan spiritual melalui doa, dzikir dan tradisi keulamaan. NU menghadirkan forum organisasi untuk membahas arah khidmah bagi umat dan bangsa. Sementara PLN memastikan kebutuhan energi dan konektivitas tetap menopang seluruh rangkaian kegiatan.

Pada akhirnya, langkah Ali Masykur Musa turun langsung ke Tambakberas bukan hanya soal memeriksa kesiapan instalasi listrik dan jaringan internet.

Ada pesan yang ingin ditegaskan: khidmah kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui banyak cara, termasuk memastikan energi dan teknologi hadir ketika umat dan bangsa membutuhkan.

Di tengah persiapan Muktamar ke-35 NU, PLN menjaga energi tetap menyala. Di sisi lain, tradisi pesantren, doa, dzikir dan semangat kebangsaan menjadi kekuatan yang mengiringi rangkaian kegiatan besar di Jombang.

Komentar