Heboh di DPR: Aqua Bayar PDAM Rp 600 Juta per Bulan Sejak 1994

JurnalPatroliNews – Jakarta – Rapat dengar pendapat (RDP) di DPR mengungkap fakta mengejutkan terkait aliran dana dari produsen air minum dalam kemasan Aqua kepada PDAM Subang. Perusahaan tersebut diketahui membayar Rp 600 juta setiap bulan, sebuah informasi yang sontak menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.

Selama ini, Aqua dikenal luas melalui citra sebagai produsen air murni dari pegunungan. Namun, temuan mengenai setoran rutin ke PDAM membuat publik mempertanyakan konsistensi klaim tersebut dan memunculkan spekulasi terhadap sumber air yang sebenarnya digunakan perusahaan.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa kesepakatan pembayaran itu telah berlangsung sejak 1994. Di masa awal kerja sama, keduanya disebut menggunakan sumber air yang sama.

Fakta ini kemudian menimbulkan kebingungan: jika sumber air saat ini sudah berbeda, mengapa pembayaran tetap berjalan hingga sekarang?

Dosen Ilmu Komunikasi Algooth Putranto menilai situasi ini menunjukkan adanya komunikasi merek yang tidak konsisten. Menurutnya, klaim air murni dari pegunungan tidak sejalan dengan adanya pembayaran rutin kepada PDAM tanpa penjelasan rinci kepada publik.

“Ini bukan lagi soal benar atau salah secara hukum, tetapi soal kejelasan komunikasi,” ujarnya, Senin (24/11/2025). Algooth menambahkan, ketidakjelasan informasi semacam ini berpotensi mengikis kepercayaan masyarakat terhadap suatu merek.

Pengamat strategi komunikasi Safaruddin Husada juga menyoroti pentingnya transparansi dalam komunikasi korporat. Ia menilai pembayaran tanpa penjelasan yang terbuka menciptakan celah persepsi yang membingungkan konsumen.

Menurutnya, produsen air minum seharusnya memegang prinsip “telling the truth with clarity,” yakni menyampaikan kebenaran secara jelas dan tegas.

Sementara itu, Vice President General Secretary Danone Indonesia Vera Galuh Sugijanto memberikan penjelasan terkait setoran tersebut.

Ia mengatakan bahwa pembayaran dilakukan karena lokasi sumber air Aqua berdekatan dengan sumber air PDAM di Subang.

“Sumber air kami kebetulan berdekatan dengan sumber air PDAM. Berdasarkan kesepakatan sejak pabrik Subang berdiri, disepakati bahwa kami membayar kontribusi supaya PDAM juga bisa merawat dan menjaga sumber airnya untuk lingkungan sekitar,” jelasnya.