JurnalPatroliNews – Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memaparkan arah baru pembangunan infrastruktur di Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Ia menegaskan bahwa negara harus mampu menjamin ketersediaan pangan, energi, serta pemerataan pembangunan antardaerah.
Prinsip tersebut sejalan dengan amanat sila kelima Pancasila dan arah pembangunan nasional dalam Asta Cita.
Hal itu disampaikan Dody saat mengisi studium generale atau kuliah umum di Aula Garuda Mukti, Kampus MERR-C Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Jumat (14/11/2025).
Dalam forum tersebut, Dody menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur tidak semata-mata mengenai struktur fisik seperti beton atau jembatan, tetapi juga simbol harapan bangsa.
Infrastruktur, menurutnya, merupakan alat pemersatu Indonesia yang memastikan akses, kesetaraan, dan kesempatan ekonomi bagi seluruh masyarakat.
Ia menegaskan bahwa arah baru infrastruktur di era Prabowo memiliki orientasi kuat pada pemerataan pembangunan hingga ke wilayah-wilayah yang selama ini belum terjangkau.
Pemerataan tersebut dilakukan melalui empat lingkup kerja utama Kementerian Pekerjaan Umum, yaitu sumber daya air, bina marga, cipta karya, dan prasarana strategis.
Seluruh program strategis ini mulai dijalankan pada 2025 dengan semangat memastikan pembangunan tidak hanya terkonsentrasi di kota-kota besar.
“Kementerian Pekerjaan Umum akan terus menjaga arah pembangunannya serta infrastruktur sebagai alat pemersatu bangsa.
Pembangunan tidak hanya berhenti pada bangunan itu sendiri, tapi untuk kolaborasi bangsa Indonesia,” ujarnya seusai mengisi kuliah umum di Unair.
Dody juga menekankan pentingnya peran akademisi dan perguruan tinggi dalam menjaga kualitas arah pembangunan nasional.
Menurutnya, akademisi tidak hanya mengawasi, tetapi juga memberikan masukan berbasis riset agar kebijakan infrastruktur tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Peran akademisi sangat besar, karena pembangunan tidak boleh kehilangan moralnya dan harus terus dijaga kualitasnya agar tetap up to date,” katanya.
Ia berharap seluruh pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah dapat menjadi warisan bagi generasi mendatang, sekaligus menjadi dasar ketahanan bangsa dalam jangka panjang.














