JurnalPatroliNews – Jakarta – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menegaskan komitmen sektor pendidikan tinggi dalam mendukung percepatan pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera.
Menindaklanjuti arahan langsung Presiden Prabowo Subianto, kementerian telah mengerahkan sebanyak 82 perguruan tinggi untuk terjun langsung ke lokasi terdampak di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Dalam dialog bersama 1.000 akademisi di Istana Negara pada Kamis, 15 Januari 2026, Brian memaparkan bahwa kolaborasi ini mencakup wilayah kerja di 31 kabupaten/kota dan 104 kecamatan.
Upaya ini menjadi bukti nyata bahwa institusi pendidikan tinggi tidak hanya berperan sebagai pengamat akademik, tetapi juga menjadi bagian dari solusi konkret bagi permasalahan bangsa.
Sebanyak 3.746 personel telah dikirimkan ke titik-titik bencana. Jumlah tersebut terdiri dari 2.260 tenaga medis yang meliputi dokter umum, dokter gigi, dokter spesialis, hingga mahasiswa kedokteran. Selain itu, terdapat 1.267 tenaga kesehatan pendukung dan 219 relawan umum yang bahu-membahu memulihkan kondisi masyarakat di lapangan.
Brian menjelaskan bahwa potensi sumber daya manusia di bawah naungan kementeriannya sangat besar. Saat ini Indonesia memiliki 4.614 perguruan tinggi negeri dan swasta dengan total 303 ribu dosen serta 9,9 juta mahasiswa aktif.
Kekuatan intelektual dan manajerial ini diharapkan menjadi motor penggerak dalam memajukan bangsa, terutama dalam situasi tanggap darurat dan pemulihan bencana.
Pengerahan personel dalam skala masif ini diharapkan dapat mempercepat normalisasi layanan kesehatan dan aktivitas masyarakat di Sumatera.
Brian menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa perguruan tinggi akan terus didorong untuk lebih proaktif dalam memberikan sumbangsih nyata demi kesejahteraan dan ketahanan nasional.













