Beras Aman! Bulog Siapkan 37 Ribu Ton untuk Warga Terdampak Gempa NTT

JurnalPatroliNews | Jakarta — Perum Bulog memastikan ketersediaan beras di Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap aman meski sejumlah gudang penyimpanan terdampak gempa bumi. Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk menjaga kelancaran distribusi bantuan pangan bagi masyarakat yang tengah menghadapi situasi darurat.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan persediaan beras di gudang-gudang terdampak tidak mengalami kerusakan. Kondisi penyimpanan juga tetap terjaga karena tidak terjadi banjir maupun kebocoran yang dapat merusak stok.

“Beras aman, enggak masalah. Kalau di sana aman, kering tidak ada hujan,” kata Rizal, dikutip dari Antara, Selasa (18/8/2026).

Menurutnya, situasi tersebut berbeda dengan penanganan bencana di sejumlah wilayah Sumatera sebelumnya yang turut diwarnai hujan dan banjir sehingga berpotensi mengganggu kondisi persediaan pangan.

Meskipun stok beras tetap aman, Bulog mencatat sekitar 12 gudang mengalami kerusakan akibat gempa.

Kerusakan yang ditemukan berada pada kategori ringan hingga sedang dan meliputi sejumlah bagian bangunan, antara lain dinding seng, pintu, serta sebagian struktur gudang.

Bulog telah menurunkan tim untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap kondisi bangunan.

Langkah tersebut tidak hanya ditujukan untuk memastikan gudang dapat kembali digunakan, tetapi juga sebagai upaya mitigasi terhadap kemungkinan gempa susulan.

Gudang yang dinilai membutuhkan perbaikan akan segera direnovasi sebelum kembali digunakan secara penuh.

Di sisi lain, seluruh pegawai Bulog di wilayah terdampak dipastikan dalam kondisi selamat. Kondisi tersebut memungkinkan aktivitas pelayanan dan pengelolaan logistik tetap berjalan.

Dari sisi ketersediaan, Bulog memastikan stok beras di NTT masih berada pada kisaran 35.000 hingga 37.000 ton.

Jumlah tersebut dinilai masih memadai untuk mendukung kebutuhan masyarakat, termasuk dalam menghadapi situasi tanggap darurat pascagempa.

Namun, Bulog tidak menutup kemungkinan menambah pasokan apabila kebutuhan masyarakat meningkat atau distribusi di lapangan menghadapi kendala.

Pasokan tambahan dapat didatangkan dari wilayah terdekat seperti Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Sulawesi Selatan (Sulsel).

Untuk mempercepat respons apabila kebutuhan mendesak muncul, Bulog juga menempatkan cadangan beras masing-masing 10 ton di sejumlah simpul transportasi, termasuk bandara dan pelabuhan.

Strategi tersebut memungkinkan bantuan segera diberangkatkan tanpa harus menunggu proses pengambilan dari gudang terlebih dahulu.

Pola distribusi tersebut merupakan bagian dari pengalaman Bulog menangani bencana di sejumlah wilayah Sumatera. Dengan menempatkan cadangan di titik strategis, jalur distribusi dapat disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan.

Selain jalur darat, Bulog juga menyiapkan koordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi penggunaan transportasi laut maupun udara apabila akses menuju wilayah terdampak mengalami gangguan.

Bulog memastikan seluruh langkah tersebut diarahkan untuk menjaga dua hal sekaligus, yakni ketersediaan stok pangan dan kecepatan distribusi bantuan.

Pemeriksaan terhadap gudang, kesiapan stok tambahan, hingga penempatan cadangan di simpul transportasi menjadi bagian dari strategi agar masyarakat terdampak gempa tetap memperoleh kebutuhan pangan secara cepat.

Dengan stok yang masih mencapai puluhan ribu ton serta dukungan pasokan dari wilayah sekitar, Bulog menegaskan distribusi beras di NTT dapat terus berjalan tanpa mengganggu ketahanan stok pangan daerah.

Komentar