Budi Arie Bicara Prabowo-Gibran 2029: “Kalau Kita Mengharapkan Begitu”

JurnalPatroliNews | Jakarta — Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi kembali membuka pembicaraan mengenai kemungkinan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka melanjutkan pemerintahan pada periode kedua setelah Pemilu 2029.

Budi Arie mengaku secara pribadi masih berharap duet Prabowo-Gibran dapat kembali bersama dalam kontestasi Pilpres 2029. Namun, ia menegaskan keputusan mengenai pasangan calon pada pemilu mendatang merupakan bagian dari dinamika politik dan hak masing-masing pihak.

Pernyataan tersebut disampaikan Budi Arie saat berbincang di kanal YouTube Hendri Satrio, Rabu (16/9/2026).

“Siapapun nanti di 2029, anggap saja ini semua kompetisi anak bangsa. Menang kalah biasa. Yang penting prinsip berbangsa, bernegara dan kepentingan rakyat ini harus diutamakan,” ujar Budi Arie.

Harapan Pribadi Budi Arie

Di tengah pernyataannya mengenai dinamika politik, Budi Arie secara terbuka menyampaikan harapannya agar Prabowo-Gibran dapat kembali berpasangan pada Pilpres 2029.

“Kalau kita mengharapkan begitu,” kata Budi Arie ketika ditanya mengenai kemungkinan Prabowo-Gibran melanjutkan kepemimpinan untuk periode kedua.

Namun, pernyataan tersebut tidak disertai kepastian bahwa pasangan tersebut akan kembali maju bersama.

Budi Arie justru menekankan bahwa peta politik menuju 2029 masih sangat dinamis. Dalam pernyataan sebelumnya, ia menyebut seluruh kemungkinan masih terbuka dan konfigurasi politik belum final.

Sejarah Pilpres Jadi Catatan

Budi Arie juga menyinggung sejarah pemilihan presiden secara langsung di Indonesia sejak 2004.

Menurut dia, belum pernah ada pasangan presiden dan wakil presiden yang maju kembali secara bersama-sama untuk periode kedua sejak mekanisme pemilihan langsung diterapkan.

“Kalau dilihat dari sejarah, belum terjadi,” tandasnya.

Catatan tersebut menjadi salah satu pertimbangan ketika membicarakan peluang keberlanjutan pasangan Prabowo-Gibran pada 2029.

Sejarah Pilpres menunjukkan pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla pada periode pertama berbeda dengan pasangan SBY pada periode kedua. Begitu pula Joko Widodo yang berpasangan dengan Jusuf Kalla pada periode pertama dan Ma’ruf Amin pada periode kedua. Budi Arie sebelumnya juga menyoroti pola tersebut ketika membahas peta politik 2029.

Projo Sebut Konfigurasi 2029 Belum Final

Sikap Budi Arie tersebut muncul ketika pembicaraan mengenai Pemilu 2029 mulai mendapat perhatian sejumlah kelompok politik.

Dalam pernyataan resmi Projo pada 15 September 2026, Budi Arie menyebut peta politik nasional menuju 2029 masih cair dan terbuka terhadap berbagai kemungkinan.

Ia menggambarkan konfigurasi politik tersebut sebagai kartu yang masih dikocok dan belum dibagikan.

Sementara itu, Projo Muda menyatakan organisasi tersebut masih mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran hingga masa jabatan berakhir pada 2029.

Politik 2029 Masih Panjang

Dengan waktu menuju Pilpres 2029 yang masih panjang, konfigurasi pasangan calon maupun dukungan politik masih dapat berubah.

Budi Arie sendiri mengingatkan bahwa politik merupakan ruang yang penuh kemungkinan. Karena itu, ia meminta agar kontestasi politik tetap ditempatkan dalam kerangka kepentingan bangsa dan masyarakat.

“Menang kalah biasa. Yang penting prinsip berbangsa, bernegara dan kepentingan rakyat ini harus diutamakan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menempatkan harapan terhadap keberlanjutan Prabowo-Gibran sebagai bagian dari pandangan politik Budi Arie, bukan keputusan final mengenai pasangan calon untuk Pilpres 2029.

Hingga saat ini, pembentukan koalisi dan pasangan calon untuk Pilpres 2029 masih berada dalam tahap dinamika politik. Karena itu, peluang berbagai konfigurasi tetap terbuka menjelang tahapan resmi pemilu.

Komentar