JurnalPatroliNews – Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyoroti dominasi sektor swasta dalam pengelolaan kawasan industri nasional. Ia meminta Danantara, sebagai salah satu entitas investasi pemerintah, mengambil peran lebih besar dalam pengembangan kawasan industri di Indonesia.
Data Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat, Indonesia memiliki 171 kawasan industri dengan total luas mencapai 97.398 hektare. Namun, sebagian besar di antaranya masih dikuasai oleh pihak swasta.
“Ini juga PR bagi Danantara, karena di dalam Danantara ada kawasan industri. Selama ini kawasan industri milik pemerintah jauh lebih kecil dibandingkan milik swasta,” ujar Airlangga dalam acara 1 Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran di Jakarta, Kamis, 16 Oktober 2025.
Menanggapi hal tersebut, Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, mengatakan pihaknya akan membentuk holding baru yang berfokus pada pengembangan kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus (KEK).
“Ya, salah satu PR yang disebutkan itu benar. Di dalam Danantara ada beberapa special economic zone yang nantinya akan dikonsolidasikan dalam satu holding. Holding ini akan fokus untuk mengoptimalkan pengembangan KEK yang ada,” jelas Pandu pada kesempatan yang sama.
Airlangga juga menyinggung perkembangan kawasan industri di Vietnam yang tengah mengembangkan area seluas 1 juta hektare. Ia menilai langkah tersebut bisa menjadi dorongan positif bagi Indonesia untuk memperkuat daya saing investasi.
“Itu bagus sebagai perbandingan kompetisi yang positif. Tugas kami adalah mendorong kepercayaan investasi di Indonesia, baik di sektor riil maupun pasar modal. Keduanya sama-sama penting,” pungkas Pandu.














