Dua Warga Terluka Akibat Tawuran Remaja di Sewon Bantul, Delapan Orang Diamankan Polisi

JurnalPatroliNews – Jakarta -Insiden tawuran antar kelompok remaja usia sekolah menengah pertama (SMP) pecah di Jalan Imogiri Barat, Ngentak Kepek, Timbulharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, pada Senin (2/3/2026) malam.

Bentrokan ini melibatkan sekitar seratus pelajar dari salah satu sekolah di Bantul dengan kelompok remaja lain yang belum diketahui identitas asalnya.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan bahwa peristiwa bermula setelah rombongan siswa salah satu SMP di Bantul selesai melaksanakan kegiatan buka puasa bersama di sebuah kedai kopi di Jalan Imogiri Barat.

Peserta kegiatan tersebut diperkirakan mencapai 100 orang yang mengendarai sekitar 50 unit sepeda motor.

Sekitar pukul 19.30 WIB, saat rombongan pelajar tersebut dalam perjalanan pulang, mereka diadang oleh kelompok lain di kawasan Simpang Empat Sudimoro.

Kelompok pengadang yang menggunakan sekitar 20 unit sepeda motor berbagai jenis tersebut dilaporkan melakukan tindakan provokatif dengan menggeber mesin motor serta mengayunkan benda tumpul menyerupai ikat pinggang (gasper) ke arah rombongan pelajar.

Keributan fisik akhirnya pecah di Dusun Ngentak Kepek. Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut segera berupaya melerai dan membubarkan massa.

Dalam aksi spontan warga, beberapa remaja berhasil diamankan sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sewon guna penanganan lebih lanjut.

Insiden ini mengakibatkan dua warga sekitar mengalami luka-luka. Korban pertama, Syahroni (51), menderita luka memar pada kaki kanan serta mengalami kerusakan pada sepeda motornya.

Korban kedua, Raditya Putranto (23), mengalami luka di bagian pipi akibat terkena ledakan kembang api yang digunakan saat keributan berlangsung. Hingga saat ini, kedua korban dilaporkan tidak menempuh jalur laporan pidana secara resmi.

Pihak kepolisian telah mengamankan sebanyak delapan remaja untuk menjalani pemeriksaan di Unit Reskrim Polsek Sewon. Setelah dilakukan pendataan dan pembinaan, para remaja tersebut diserahkan kembali kepada orang tua masing-masing dengan pengawasan ketat.

Kepolisian mengimbau para orang tua dan pihak sekolah untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas siswa, terutama saat berkegiatan dalam jumlah besar di malam hari.