JurnalPatroliNews – Jakarta – Kinerja ekspor Indonesia mencatat pertumbuhan positif pada September 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor nasional mencapai US$ 24,68 miliar atau naik 11,41 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy).
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan bahwa peningkatan ekspor terutama didorong oleh lonjakan ekspor nonmigas yang tumbuh 12,79 persen secara tahunan.
Beberapa komoditas unggulan turut berkontribusi besar terhadap pertumbuhan tersebut, di antaranya emas, perhiasan, dan permata yang meningkat 5,66 persen (yoy).
“Nilai ekspor September 2025 mencapai US$ 24,68 miliar atau naik 11,41 persen dibandingkan September 2024. Pertumbuhan ini utamanya didorong oleh peningkatan ekspor nonmigas,” ujar Pudji dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (3/11/2025).
Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga September 2025 tercatat sebesar US$ 209,8 miliar, meningkat 8,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kinerja ekspor tersebut ditopang oleh sektor industri pengolahan yang tumbuh signifikan sebesar 12,58 persen (yoy).
Lebih lanjut, BPS mencatat tiga negara utama tujuan ekspor Indonesia pada periode ini, yaitu Tiongkok dengan nilai ekspor mencapai US$ 46,47 miliar, Amerika Serikat sebesar US$ 23,03 miliar, dan India sebesar US$ 14,02 miliar.
Kinerja positif sektor ekspor diharapkan dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global, terutama dengan tren permintaan tinggi pada komoditas industri pengolahan dan hasil tambang bernilai tambah.














