Fakta Baru Kasus Pembunuhan di Cihideung: Korban Sempat Pindah Sekolah karena Dipukul Pelaku

JurnalPatroliNews – Bandung Barat – Fakta pilu kembali terungkap di balik kasus pembunuhan siswa SMP berinisial ZAAQ (14) yang ditemukan tewas di bekas area wisata Kampung Gajah, Desa Cihideung, Kabupaten Bandung Barat.

Keluarga korban membeberkan bahwa benih konflik antara korban dan pelaku utama, YA (16), ternyata sudah muncul sejak mereka masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) di Garut.

Paman korban, Yusuf, mengungkapkan bahwa ZAAQ dan YA telah saling mengenal sejak lama. Hubungan tersebut mulai memburuk saat korban pindah ke Garut usai sang ibu meninggal dunia. YA, yang merupakan kakak kelas korban, diduga mulai melakukan tindakan agresif.

Puncaknya, saat kelas 6 SD, ZAAQ mengalami kekerasan fisik berupa pemukulan di bagian area mata hingga membengkak.

Insiden pemukulan tersebut memicu kekhawatiran besar pihak keluarga, sehingga ZAAQ memutuskan kembali ke Bandung untuk melanjutkan jenjang SMP demi menghindari pelaku.

Meski sempat ada kesepakatan antar keluarga agar YA tidak lagi menemui korban, pelaku justru nekat mendatangi korban ke Bandung tanpa sepengetahuan pihak keluarga. Kedatangan YA yang tiba-tiba ini disebut kembali merusak kondisi mental korban yang sempat membaik.

Berdasarkan keterangan rekan-rekan sebaya, korban kerap menerima berbagai ancaman dari pelaku selama berada di Bandung. Yusuf menyebut ZAAQ merupakan sosok yang polos dan menganggap YA hanya teman biasa, meski tekanan mental yang dialami kian berat.

Sebelum peristiwa tragis pada 9 Februari 2026 terjadi, korban dikabarkan sempat mengutarakan keinginannya untuk menjauh karena merasa perilaku YA sudah sangat tidak wajar.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap keterlibatan APM (17), rekan YA yang diduga turut serta dalam aksi pembunuhan tersebut.

Keluarga berharap proses hukum berjalan adil mengingat perilaku agresif pelaku sebenarnya sudah terlihat sejak lama di lingkungan sekolah namun tidak mendapat penanganan yang tepat hingga berujung pada hilangnya nyawa ZAAQ.