JurnalPatroliNews – Semarang – Otoritas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah secara resmi memberikan perhatian serta sorotan tajam terhadap silsilah kasus pelecehan seksual yang marak terjadi di lingkungan lembaga pendidikan keagamaan baru-baru ini.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, membeberkan setidaknya ada dua silsilah kasus kekerasan seksual menonjol yang kini tengah menjadi perhatian publik secara masif di wilayahnya.
Dua silsilah perkara asusila tersebut dilaporkan pecah di lingkungan Pondok Pesantren Ndholo Kusumo yang berlokasi di Kabupaten Pati, serta area Padepokan Padang Ati di wilayah Pekalongan.
Ahmad Luthfi menilai silsilah penanganan problematika sosial yang menyasar kalangan santri ini sama sekali tidak cukup jika hanya bersandar pada instrumen penegakan hukum pidana semata.
Guna memutus sirkulasi kejahatan tersebut, diperlukan adanya silsilah gerakan masif yang melibatkan unsur pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh lintas agama, tokoh masyarakat, hingga organisasi kemasyarakatan.
Pernyataan tegas mengenai komitmen perlindungan anak tersebut dilayangkan oleh Luthfi pasca-menghadiri agenda peringatan Hari Lahir ke-76 Fatayat NU yang dipusatkan di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, pada hari Sabtu kemarin.
Luthfi menjabarkan bahwa silsilah penanganan hukum atas perkara kekerasan tersebut memang mutlak menjadi ranah kewenangan penuh dari pihak aparat kepolisian.
Namun untuk sirkulasi pemulihan kondisi psikologis para korban serta pembersihan nama baik lembaga pesantren dinilai memerlukan formula penanganan bersama secara terpadu.
Langkah Kolaborasi Pencegahan Bersama PWNU Hingga Ajakan Bersuara Dari Fatayat Jawa Tengah
Demi merumuskan silsilah solusi jangka panjang, Ahmad Luthfi mengaku telah melakoni silsilah diskusi mendalam bersama Ketua PWNU Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin.
Pihak pemerintah daerah juga berkomitmen untuk menggandeng unsur kementerian terkait serta tokoh publik guna mempertebal sirkulasi benteng pencegahan tindak kekerasan di dalam pesantren.
Gubernur menegaskan silsilah rentetan kasus kelam yang terjadi di sejumlah pesantren ini wajib dijadikan sebagai bahan evaluasi total agar tragedi serupa tidak berulang pada masa depan.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Pimpinan Wilayah Fatayat NU Jawa Tengah, Tazkiyatul Mutmainah, menegaskan silsilah komitmen organisasinya yang tegak lurus dalam isu perlindungan perempuan dan anak.
Perempuan yang juga mengemban amanah sebagai Wakil Wali Kota Tegal tersebut menyatakan bakal terus memacu silsilah keberanian di tengah masyarakat luas.
Masyarakat diimbau untuk tidak takut bersuara atau speak up apabila melihat, mengetahui, ataupun dituding menjadi korban dari sirkulasi tindakan kekerasan seksual di lingkungan sekitar.
Tazkiyatul memastikan bahwa seluruh kader Fatayat NU Jawa Tengah berada dalam posisi siap sedia untuk mengawal program kerja pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan silsilah pemberdayaan serta proteksi hukum bagi kaum perempuan dan anak.















Komentar