JurnalPatroliNews – Jakarta -Sebanyak 311.528 rumah di Jakarta dipastikan akan mengalami gangguan pasokan air bersih mulai Kamis (31/10/2025).
Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya mengumumkan bahwa gangguan ini akan berdampak pada pelanggan di 53 kelurahan di Jakarta Pusat, Timur, dan Utara.
Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, menjelaskan bahwa gangguan ini disebabkan oleh pekerjaan peningkatan keandalan pasokan listrik yang dilakukan PLN di gardu utama Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pulogadung. Selama pekerjaan tersebut, PAM Jaya juga memanfaatkan waktu untuk melakukan perawatan komponen internal.
“Pekerjaan utama akan menyebabkan penghentian produksi selama empat jam, mulai pukul 22.00 WIB hingga 02.00 WIB dini hari.
Namun dampak pemulihannya bisa memakan waktu hingga 48 jam untuk mengisi pipa yang kosong hingga area terjauh,” kata Arief di kantor PAM Jaya, Rabu (29/10/2025).
Ia menambahkan, proses normalisasi membutuhkan waktu lama karena setelah produksi berhenti, jaringan pipa akan kosong dan membutuhkan waktu hingga dua hari agar distribusi kembali normal.
Direktur Teknik PAM Jaya, Akhmad Santika, mengatakan, daya listrik yang dibutuhkan IPA Pulogadung mencapai 5.300 KVA. Langkah peningkatan ini dilakukan untuk mencegah potensi gangguan besar di masa mendatang.
“Jika perawatan ini tidak dilakukan, risiko korsleting atau pemadaman total akan jauh lebih besar dan dampaknya bisa meluas,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, PAM Jaya menyiapkan 62 unit mobil tangki air yang akan siaga di kantor-kantor kelurahan untuk kebutuhan darurat. Warga juga diimbau menampung air sebelum gangguan terjadi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mempersiapkan penampungan air. Ini bukan pekerjaan dadakan, melainkan langkah preventif,” kata Arief.
PAM Jaya juga membuka kantor layanan pelanggan 24 jam di beberapa wilayah, seperti Senen, Klender, Pulogadung, Gudang Air, Kelapa Gading, Dewaruci, Yos Sudarso, dan Sunter. Masyarakat dapat melapor melalui call center 1500223 atau Super Apps yang terhubung dengan sistem CRM Pemprov DKI Jakarta.
“Kami tetap buka Sabtu dan Minggu agar pelanggan bisa menyampaikan keluhan langsung,” tambah Direktur Operasional PAM Jaya, Syahrul Hasan.
Adapun 53 kelurahan terdampak meliputi wilayah di Jakarta Pusat, Timur, dan Utara, antara lain Gunung Sahari, Kemayoran, Cempaka Putih, Rawasari, Senen, Pulogadung, Jatinegara, Cakung, Kelapa Gading, Koja, hingga Tanjung Priok.














