Gempuran Rudal Iran Paksa AS Tarik Ribuan Personel Militer dari Bahrain

JurnalPatroliNews – Jakarta – Amerika Serikat dikabarkan mulai mengambil langkah mundur dengan menarik ribuan personel militer beserta keluarga mereka dari sejumlah pangkalan strategis di Timur Tengah.

Langkah evakuasi besar-besaran ini diambil menyusul intensitas serangan balasan Iran yang terus menyasar aset-aset militer AS di kawasan tersebut.

Mengutip laporan National Public Radio (NPR) via Azeri Press Agency, Sabtu (4/4), ratusan pelaut telah dipulangkan ke Amerika Serikat pasca serangan rudal dan drone masif yang menghantam pangkalan militer AS di Bahrain.

Evakuasi serupa dilaporkan tengah berlangsung di beberapa titik pangkalan lain di wilayah Timur Tengah untuk meminimalisir jatuhnya korban jiwa lebih lanjut.

Setidaknya 1.500 anggota militer dan keluarga mereka telah dievakuasi dari Bahrain, yang merupakan markas penting bagi Armada ke-5 Angkatan Laut AS. Sebelum konflik dengan Iran memuncak, pangkalan tersebut tercatat menampung sekitar 8.000 personel aktif.

Data internal Pentagon yang dirilis melalui The Wall Street Journal mengungkapkan dampak fatal dari konfrontasi bersenjata ini.

Sejak operasi militer terhadap Iran dimulai pada 28 Februari 2026 yang turut menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei sedikitnya 13 prajurit AS dinyatakan gugur dan 365 lainnya mengalami luka-luka.

Rincian korban luka terdiri dari 247 personel Angkatan Darat, 63 personel Angkatan Laut, 36 personel Angkatan Udara, dan 19 anggota Marinir.

Tekanan militer dari Teheran yang terus meningkat memaksa Washington untuk mengevaluasi kembali keberadaan pasukannya di wilayah konflik guna menghindari kerugian yang lebih besar dalam perang terbuka ini.