Wamenkop: Gudang Kopdes Akan Serap Hasil Petani, Harga Beras Bisa Turun!

JurnalPatroliNews – Jakarta – Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah menegaskan bahwa pembangunan gerai-gerai Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih, khususnya fasilitas pergudangan, akan dimaksimalkan untuk menampung produk-produk unggulan desa.

Menurut Wamenkop, gudang Kopdes akan menjadi pusat penyerapan hasil bumi, sekaligus penggerak ketahanan pangan lokal.

Ia menjelaskan bahwa ke depan, petani dapat menjual gabah kepada Kopdes untuk kemudian dikeringkan, digiling, dan dijual kembali kepada masyarakat. Dengan mekanisme ini, harga beras diharapkan tetap terjangkau dan desa tidak lagi bergantung pada pasokan dari luar.

“Sehingga ketahanan pangan bisa berdaulat dan mandiri pada saatnya nanti,” ujar Farida usai peletakan batu pertama pembangunan gerai, gudang, dan fasilitas pendukung Kopdes Bontomate’ne di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Selasa (02/12).

Acara tersebut turut dihadiri Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Deputi Kemenkop Henra Saragih, Bupati Maros Chaidir Syam, Wakil Bupati Maros Muetazim Mansyur, Kepala Biro Humas Kemenkop Darmono, serta Ketua Apdesi Merah Putih Anwar Sadat.

Wamenkop memberi apresiasi kepada seluruh pihak yang bergerak cepat dalam memulai pembangunan fisik Kopdes Bontomate’ne.

Ia berharap fasilitas ini dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi desa berbasis potensi lokal, termasuk dengan melibatkan masyarakat sekitar dalam proses pembangunan agar membuka lapangan kerja baru.

Ia juga menekankan pentingnya menjadikan Kopdes sebagai pusat transaksi kebutuhan harian, sekaligus tempat offtaker hasil bumi masyarakat sebelum diolah dan dijual kembali melalui koperasi. Keuntungan nantinya diharapkan dapat kembali kepada anggota dalam bentuk SHU setiap akhir tahun.

Menurut Wamenkop, pola ekosistem Kopdes Merah Putih merupakan penerapan nyata prinsip “dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat”.

Groundbreaking ini menandai dimulainya pembangunan fasilitas layanan Kopdes yang ke depan diharapkan mampu memperkuat pemasaran produk lokal, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan menambah pendapatan asli desa.

Ia menegaskan bahwa melalui sinergi program Kopdes Merah Putih, pemerintah desa kini memiliki ruang lebih besar untuk membangun ekosistem usaha berbasis potensi lokal.

Farida mengajak seluruh stakeholder untuk terus mempercepat pembangunan fisik maupun operasional Kopdes agar manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat, mulai dari penyediaan kebutuhan harian hingga penyerapan hasil bumi dan peningkatan pendapatan desa.