JurnalPatroliNews – Jakarta – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenkop) Republik Indonesia, Afriansyah Noor, memberikan penegasan mengenai posisi krusial Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).
Dokumen standar tersebut dinilai memegang peran yang sangat penting sebagai kompas acuan utama dalam mendongkrak kualitas mutu Sumber Daya Manusia (SDM) di berbagai sektor industri, termasuk di dalam ruang lingkup kluster pertahanan dan keamanan maritim nasional.
Afriansyah menjabarkan bahwa perolehan sertifikasi kompetensi bukan sekadar formalitas pelengkap berkas kepangkatan atau proses administratif semata.
Sebaliknya, instrumen tersebut merupakan bagian dari sistem penjaminan mutu nasional yang bersifat strategis untuk menguji dan memastikan bahwa setiap personel tenaga kerja memiliki kapasitas kemampuan yang terukur, profesional, adaptif, serta mampu memenuhi standar kebutuhan organisasi modern.
Pernyataan tersebut disampaikan saat dirinya menghadiri agenda Penyaksian Awal Uji Kompetensi (witness) dan Penguatan Sistem Sertifikasi Kompetensi TNI Angkatan Laut yang digelar di Jakarta pada Rabu (13/5).
Mantan tokoh aktivis ini menerangkan bahwa langkah peningkatan kualitas sertifikasi menjadi pijakan yang sangat penting dalam mempersiapkan jajaran SDM maritim yang tangguh.
Terlebih saat ini dunia tengah dihadapkan pada situasi dinamika geopolitik global yang tidak menentu serta laju perkembangan teknologi pertahanan yang melesat sangat pesat.
Konstelasi perubahan zaman tersebut secara otomatis menuntut segenap jajaran personel TNI Angkatan Laut untuk memiliki kualifikasi kompetensi yang relevan, tingkat disiplin yang tinggi, serta kesiapsiagaan penuh dalam menjawab berbagai tantangan baru di masa depan.
Sistem Pertahanan Kuat di Negara Kepulauan Terbesar Lebih lanjut, Afriansyah menambahkan bahwa karakteristik geografis Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia menempatkan wilayah perairan maritim pada posisi yang sangat strategis.
Sektor laut tidak hanya menjadi benteng pertahanan utama kedaulatan negara, melainkan juga urat nadi bagi jalannya roda aktivitas ekonomi serta jalur perdagangan internasional.
Ia menegaskan bahwa wilayah maritim Indonesia merupakan ruang vital bersama yang wajib dijaga keamanannya secara totalitas.
Atas dasar itulah, negara membutuhkan kehadiran sistem pertahanan maritim yang kuat, modern, serta memiliki fleksibilitas tinggi untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi mutakhir.
Dalam forum strategis tersebut, Wamenaker turut melayangkan apresiasi tinggi atas inisiatif kolaborasi taktis yang dibangun oleh institusi TNI Angkatan Laut bersama Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) TNI AL dalam memperkokoh sistem sertifikasi berbasis standar profesi militer.
Ia memungkas dengan menitipkan pesan mengenai pentingnya merawat jalinan sinergi yang solid antara pihak otoritas pemerintah, lembaga dunia pendidikan, sektor industri, serta badan sertifikasi resmi dalam melahirkan SDM yang kompetitif di kancah global.
Pola kolaborasi lintas sektor yang terintegrasi ini dinilai sebagai langkah konkrit dan nyata dalam mencetak generasi SDM unggul guna menyukseskan lompatan besar menuju visi Indonesia Emas.














