JurnalPatroliNews – Jakarta – Musibah kebakaran hebat melanda sebuah bangunan gudang pabrik yang berlokasi di kawasan Jalan Peternakan Raya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, pada Selasa (19/5).
Berdasarkan laporan awal dari tempat kejadian perkara, peristiwa mencekam tersebut mengakibatkan tiga orang mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis.
Kepala Seksi Operasi (Kasiops) Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Barat, Saiful Kahfi, memberikan konfirmasi resmi mengenai adanya korban dalam insiden ini.
Ia memaparkan bahwa korban yang mengalami luka ringan terdiri dari dua orang petugas lapangan dan seorang warga masyarakat.
Identitas serta kondisi ketiga korban luka tersebut telah didata oleh pihak berwenang. Korban pertama adalah seorang anggota Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) Kedaung bernama Yoga, yang dilaporkan mengalami sesak napas akut dan saat ini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Sumber Waras.
Korban kedua merupakan seorang anggota Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Sektor Grogol Petamburan bernama Lukmanul Hakim, yang mengalami cedera mata akibat tersemprot nozzle pemadam dan telah dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk penanganan lebih lanjut.
Sementara korban ketiga adalah seorang anggota Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) Grogol Petamburan bernama Ahmad Sumantri, yang juga mengalami luka di bagian mata akibat terkena semprotan nozzle.
Awal Mula Api Membesar dan Pengerahan Ratusan Personel Saiful menjelaskan bahwa kronologi kebakaran yang melanda gudang pabrik tersebut pertama kali disadari dan diketahui oleh para karyawan yang sedang beraktivitas di dalam lokasi.
Menurut kesaksian para pekerja, mereka dikejutkan oleh kemunculan kobaran api yang tiba-tiba saja sudah membesar di dalam area gudang penyimpanan material kardus dan plastik.
Melihat situasi darurat tersebut, karyawan yang bersangkutan langsung bergegas melaporkan kejadian kepada petugas sekuriti atau penjaga keamanan pabrik.
Sebagai langkah antisipasi awal, mereka sempat berupaya keras untuk menjinakkan amukan api dengan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang tersedia di pabrik, sementara petugas sekuriti segera menghubungi markas pemadam kebakaran untuk meminta bantuan darurat.
Data dari Sudin Gulkarmat Jakarta Barat menunjukkan bahwa laporan resmi mengenai peristiwa kebakaran tersebut diterima oleh petugas piket pada pukul 07.30 WIB.
Merespons laporan itu, tim pemadam langsung diterjunkan dan mulai melakukan operasi pemadaman di titik api pada pukul 07.37 WIB.
Tidak tanggung-tanggung, guna mempercepat proses lokalisir dan pemadaman api agar tidak merembet ke pemukiman sekitar, pihak Damkar mengerahkan sedikitnya 27 unit mobil pemadam yang didukung penuh oleh kekuatan 135 personel lapangan.
Setelah berjibaku melawan kobaran api selama beberapa waktu, petugas di lapangan akhirnya memastikan bahwa situasi amukan api di pabrik tersebut sudah berhasil dipadamkan sepenuhnya, dan saat ini tim masih terus melakukan proses pendinginan guna mengantisipasi munculnya bara api tersembunyi.














