Hadiri Perayaan di Jakarta, Menaker Dorong Implementasi MoU Ketenagakerjaan Indonesia-Azerbaijan

JurnalPatroliNews – Jakarta -Pemerintah Indonesia terus memperluas jejaring kemitraan strategis internasional guna mendongkrak mutu ketenagakerjaan domestik. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, menegaskan draf komitmen kokoh dari pemerintah Indonesia untuk memperhebat rajutan kerja sama di bidang ketenagakerjaan serta program akselerasi pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) bersama Pemerintah Republik Azerbaijan.

Pernyataan bernada komitmen tersebut disuarakan langsung oleh Menaker sewaktu menghadiri agenda resepsi diplomatik perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-108 Republik Azerbaijan yang diselenggarakan di Jakarta pada Kamis (21/5).

Dalam kesempatan yang bernilai historis tersebut, Menaker Yassierli menyampaikan ucapan selamat yang setinggi-tingginya kepada segenap jajaran pemerintah dan seluruh rakyat Azerbaijan.

Dirinya juga melayangkan apresiasi mendalam atas jalinan hubungan bilateral antara kedua negara yang terus menunjukkan grafik perkembangan positif sejak pertama kali resmi dirajut pada tahun 1992 silam.

Yassierli menguraikan bahwa selama lebih dari tiga dekade berjalan, hubungan diplomatik antara Indonesia dan Azerbaijan terus tumbuh dan berkembang secara positif di berbagai sektor strategis.

Hal tersebut didorong oleh semangat kerja sama yang kuat demi mewujudkan agenda pembangunan serta kemakmuran bersama bagi kedua belah pihak.

Realisasi Implementasi MoU dan Sinergi di Forum Internasional Lebih lanjut, Menaker memberikan penilaian bahwa ke depan, arah penguatan hubungan bilateral kedua negara sudah sepatutnya digeser pada bentuk kerja sama yang jauh lebih konkret serta berorientasi pada peningkatan kualitas SDM secara riil.

Hal ini dinilai sangat krusial guna merespons dinamika perkembangan ekonomi global serta perubahan kebutuhan pasar kerja dunia yang kini berlangsung dengan tensi sangat cepat.

Dalam koridor tersebut, Yassierli memandang bahwa draf realisasi dari dokumen Nota Kesepahaman atau MoU ketenagakerjaan yang telah disepakati antara Indonesia dan Azerbaijan memegang peranan penting.

Kerja sama ini wajib diperkuat kembali melalui aksi kolaborasi nyata pada bidang pengembangan keterampilan kerja, sistem pendidikan dan pelatihan vokasi, program pembinaan talenta muda, hingga penguatan tata kelola sistem jaminan sosial ketenagakerjaan.

Ia menegaskan bahwa Indonesia menyambut dengan sangat baik adanya peluang kolaborasi yang jauh lebih erat dengan pihak Azerbaijan, terutama dalam hal pengembangan skill atau keterampilan kerja, manajemen pelatihan vokasi, hingga perluasan kesempatan kerja yang menyasar generasi muda.

Di samping membahas seputar jalinan kerja sama bilateral, Menaker Yassierli juga memberikan sorotan khusus mengenai pentingnya nilai kolaborasi kedua negara di panggung internasional, dengan aktif memanfaatkan berbagai macam forum multilateral, termasuk di antaranya melalui Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) serta wadah Gerakan Non-Blok.

Sinergis dengan langkah tersebut, Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk memperkokoh pola kerja sama ekonomi yang bersifat inklusif bersama Azerbaijan lewat jalur forum Developing Eight atau D-8, yang mana pada periode kepemimpinan saat ini tengah dipegang secara resmi oleh Indonesia.

Menutup pidato arahannya, Menaker melempar asa yang besar agar jalinan hubungan persahabatan yang telah mengakar kuat ini dapat terus diperkokoh melalui tindakan kerja sama yang nyata di lapangan, program saling bertukar keahlian, serta kolaborasi aktif antarlembaga yang mampu menyumbang manfaat langsung bagi kemaslahatan kedua negara.

Komentar