JurnalPatroliNews | Tangerang – Satuan Reserse Kriminal Polres Tangerang Selatan tengah melakukan penyelidikan terhadap konten media sosial yang menampilkan perekaman sejumlah usher di ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 tanpa persetujuan.
Konten yang diunggah oleh influencer Emanuel Bryan, yang dikenal dengan nama Bryan Ebem, menjadi perhatian publik setelah menuai kritik di media sosial.
Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Wira Graha Setiawan menjelaskan bahwa penyelidikan diawali dari hasil patroli siber yang dilakukan kepolisian terhadap konten-konten yang berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat.
Menurutnya, tim penyidik telah mendatangi lokasi penyelenggaraan GIIAS untuk mengumpulkan informasi serta menelusuri pihak-pihak yang diduga menjadi korban dalam perkara tersebut.
Meski hingga kini belum ada laporan polisi yang diajukan secara resmi, Polres Tangerang Selatan membuka kesempatan kepada siapa pun yang merasa dirugikan untuk melaporkan peristiwa tersebut agar dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Selain itu, penyidik juga mengaku telah berupaya menghubungi pihak yang diduga menjadi korban melalui akun media sosial resmi Satreskrim Polres Tangerang Selatan sebagai bagian dari proses klarifikasi.
Perkara ini mencuat setelah seorang usher mengunggah pengalamannya melalui platform Threads. Dalam unggahan tersebut, ia mengaku direkam tanpa persetujuan ketika sedang bekerja di area pameran GIIAS.
Korban menyebut rekaman tersebut kemudian diunggah ke media sosial dalam sebuah konten bertema “cara mendekati cewek”.
Dalam video itu, kreator konten terlihat mendatangi sejumlah usher sambil mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari informasi mengenai kendaraan hingga pertanyaan yang bersifat pribadi seperti nama, usia, dan latar belakang pendidikan.
Korban mengaku telah meminta agar video tersebut dihapus. Namun, menurut keterangannya, permintaan tersebut tidak dipenuhi dengan alasan proses perekaman dilakukan di area publik.
Korban juga menyatakan sempat menerima pernyataan bahwa video hanya akan dihapus apabila biaya produksi diganti.
Unggahan tersebut kemudian menjadi viral dan memicu berbagai tanggapan dari masyarakat, termasuk kritik terkait etika pembuatan konten di ruang publik serta perlindungan terhadap hak privasi individu.
Setelah polemik berkembang di media sosial, Bryan Ebem menghapus seluruh konten yang berkaitan dengan aktivitasnya di GIIAS.
Melalui video klarifikasi yang diunggah di akun media sosialnya, Bryan menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh pihak yang merasa dirugikan.
Ia mengakui bahwa ucapannya mengenai biaya produksi merupakan pernyataan yang tidak pantas dan menyatakan penyesalan atas kegaduhan yang timbul.
Dalam klarifikasinya, Bryan menjelaskan bahwa konten tersebut pada awalnya dibuat dengan tujuan membangun keberanian berinteraksi dengan orang baru dan memberikan motivasi kepada para pengikutnya.
Ia juga menegaskan tidak memiliki niat untuk merendahkan maupun merugikan pihak lain.
Bryan menyampaikan bahwa pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting baginya agar lebih berhati-hati dalam membuat serta mengunggah konten di media sosial pada masa mendatang.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman turut memberikan perhatian terhadap kasus tersebut dan menilai peristiwa tersebut berpotensi memiliki konsekuensi hukum apabila memenuhi unsur-unsur yang diatur dalam ketentuan perundang-undangan.
Hingga berita ini diterbitkan, penyelidikan yang dilakukan Polres Tangerang Selatan masih berlangsung. Belum ada penetapan tersangka maupun kesimpulan hukum terkait perkara tersebut.
Seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan tetap memiliki hak untuk memberikan klarifikasi serta memperoleh perlindungan hukum sesuai asas praduga tak bersalah.















Komentar