JurnalPatroliNews – Jakarta – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Indramayu bersama Polsek Sukra melakukan penertiban besar-besaran terhadap para penyapu koin di Jembatan Kali Sewo, perbatasan Subang-Indramayu, Rabu (25/3). Langkah tegas ini diambil menyusul insiden kecelakaan yang menimpa salah satu penyapu koin pada Selasa (24/3) sore.
Korban diketahui bernama Said (42), warga Desa Jumbleng, Kecamatan Losarang, Indramayu. Said yang merupakan penyapu koin musiman tersebut tertabrak mobil yang oleng usai bersenggolan dengan kendaraan lain di jalur Pantura.
Akibat luka yang dideritanya, korban harus dilarikan ke RS Mitra Plumbon Patrol untuk menjalani perawatan intensif.
Kapolsek Sukra, Iptu Andi Supriyatna, menyayangkan kejadian tersebut mengingat pihak kepolisian telah rutin melakukan imbauan dan penertiban.
“Korban memanfaatkan momen puncak arus mudik untuk mengais rezeki dari koin yang dilempar pengendara. Kami tegaskan aktivitas ini sangat membahayakan, baik bagi pelaku maupun pemudik,” ujar Andi, Rabu (25/3).
Dalam penertiban hari ini, petugas menyisir sepanjang jalan dan menyita sapu-sapu lidi yang digunakan warga untuk bekerja. Camat Sukra, Sigit Widiyanto (Bang Joey), menyatakan bahwa penertiban dilakukan agar warga tidak merangsek ke badan jalan yang dapat memicu kecelakaan lebih lanjut.
Ironisnya, para penyapu koin sebenarnya telah menerima uang kompensasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar tidak beraktivitas selama masa mudik Lebaran.
Berdasarkan pendataan awal, terdapat 105 orang yang terdata, namun jumlahnya membengkak menjadi 400 orang saat pelaksanaan.
“Akhirnya disepakati setiap orang mendapatkan Rp 400.000 yang disalurkan melalui rekening Bank BJB untuk memastikan transparansi,” jelas Sigit.
Sebelumnya pada H-3 Lebaran, Gubernur Dedi Mulyadi (KDM) juga sempat turun langsung ke lokasi untuk membubarkan ribuan penyapu koin yang memicu kemacetan parah.
KDM saat itu menjanjikan “uang Lebaran” sebagai kompensasi agar keselamatan pemudik menjadi prioritas utama. Namun faktanya, banyak warga yang tetap nekat kembali ke jalan saat petugas tidak berjaga di lokasi.














