Jawa Tengah Dikepung Banjir dan Longsor: Puluhan Ribu Warga di Pati hingga Pemalang Terdampak

JurnalPatroliNews – Jakarta – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur sebagian besar wilayah Jawa Tengah sejak pertengahan Januari 2026 mengakibatkan bencana banjir dan tanah longsor di empat kabupaten utama.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah per Sabtu, 17 Januari 2026, wilayah yang terdampak meliputi Kabupaten Pati, Kudus, Kendal, dan Pemalang.

Di Kabupaten Pati, curah hujan ekstrem menyebabkan sungai meluap dan beberapa tanggul jebol. Sebanyak 127 desa di 20 kecamatan terdampak dengan total sekitar 20.000 jiwa yang merasakan dampak langsung.

BPBD melaporkan sedikitnya 3.700 rumah terendam dan 900 orang terpaksa mengungsi. Tim gabungan saat ini fokus melakukan normalisasi Sungai Lankir serta rehabilitasi tanggul di Sungai Ngawen untuk menekan debit air.

Kondisi cukup parah juga terjadi di Kabupaten Kudus, di mana banjir disertai tanah longsor di 132 titik. Bencana ini mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan kerugian material yang ditaksir mencapai lebih dari Rp 533 miliar.

Status Tanggap Darurat telah ditetapkan selama tujuh hari untuk mempercepat penanganan, termasuk pengoperasian 25 titik dapur umum dan pengerahan 20 unit alat berat guna membersihkan material longsor.

Sementara itu, di Kabupaten Kendal, banjir merendam sekitar 10.000 rumah dan sempat mengganggu operasional jalur kereta api lintas Kaliwungu-Kalibodri. BPBD Kendal mengerahkan bantuan pompanisasi dan logistik di 25 desa yang terdampak luapan sungai.

Di wilayah barat, tepatnya di Kabupaten Pemalang, Sungai Comal yang meluap menyebabkan ribuan warga di empat kecamatan terendam air dengan ketinggian mencapai 100 centimeter.

Hingga saat ini, BPBD Jawa Tengah bersama instansi terkait masih terus bersiaga 24 jam untuk memantau perkembangan debit air di sungai-sungai besar.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada mengingat prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan lebat masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan di wilayah pesisir utara Jawa Tengah.