JurnalPatroliNews | Jakarta — Kapal perang Giuseppe Garibaldi resmi memulai pelayaran dari Italia menuju Indonesia. Kapal yang memiliki sejarah panjang dalam berbagai operasi internasional tersebut kini memasuki babak baru setelah dipersiapkan untuk menjadi bagian dari kekuatan TNI Angkatan Laut.
Giuseppe Garibaldi dilaporkan meninggalkan Italia pada Senin malam, 24 Agustus 2026 waktu setempat, atau Selasa dini hari waktu Indonesia. Kapal tersebut dijadwalkan menempuh rute menuju Tanah Air dengan melintasi Terusan Suez dan singgah di sejumlah pelabuhan, termasuk Jeddah, Arab Saudi, serta Colombo, Sri Lanka. Sesampainya di Indonesia, kapal ini akan memasuki tahap berikutnya sebagai aset pertahanan laut Indonesia. Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali menyebut kapal tersebut akan berganti nama menjadi KRI Gajah Mada dan ditargetkan tiba sekitar pertengahan September 2026.
Namun, sebelum bendera Indonesia berkibar di kapal tersebut, Giuseppe Garibaldi telah lebih dari tiga dekade menjalani berbagai misi bersama Angkatan Laut Italia. Kapal ini dirancang bukan sekadar sebagai platform udara, tetapi juga sebagai kapal komando yang mampu menjalankan operasi laut, dukungan udara, hingga operasi amfibi.
Dibangun untuk Komando dan Kekuatan Udara
Menurut Marina Militare, Giuseppe Garibaldi dirancang untuk menjalankan fungsi komando dan pengendalian dalam operasi kompleks sekaligus mengoperasikan komponen udara yang ditempatkan di atas kapal. Kapal ini memiliki kemampuan multi-peran dan sepanjang masa dinasnya telah digunakan dalam sejumlah operasi internasional penting.
Kekuatan udaranya dapat mencakup helikopter dan pesawat berkemampuan lepas landas serta mendarat vertikal atau pendek, termasuk AV-8B Harrier II yang menjadi salah satu elemen penting kemampuan proyeksi udara kapal tersebut.
Selain kemampuan penerbangan, Giuseppe Garibaldi juga memiliki sistem persenjataan dan pertahanan diri untuk mendukung pelaksanaan misi di laut.
Jejak Operasi Dimulai dari Somalia
Salah satu operasi besar yang menjadi bagian dari sejarah Giuseppe Garibaldi terjadi pada 1994, ketika kapal tersebut dikerahkan dalam misi di Somalia untuk mendukung operasi amfibi dan proses penarikan kontingen Italia. Setahun kemudian, kapal kembali terlibat dalam misi Somalia untuk mendukung kontingen Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Pada 1999, Giuseppe Garibaldi beroperasi di Laut Adriatik dalam rangka mendukung operasi terkait krisis di kawasan bekas Yugoslavia. Peran tersebut memperlihatkan kemampuan kapal bukan hanya sebagai pangkalan pesawat, tetapi juga sebagai bagian dari sistem dukungan operasi bersama.
Jadi Pusat Komando Operasi Enduring Freedom
Namanya semakin dikenal ketika Giuseppe Garibaldi dilibatkan dalam Operation Enduring Freedom setelah serangan 11 September 2001.
Marina Militare mencatat kapal tersebut berangkat sebagai bagian dari kontribusi Italia dalam operasi internasional dan berfungsi dalam berbagai aktivitas pengamanan maritim serta dukungan udara. Kapal juga menjadi pusat operasi bagi pesawat AV-8B Harrier yang menjalankan misi dukungan terhadap operasi koalisi.
Dalam salah satu penugasan tersebut, Giuseppe Garibaldi dilaporkan berada di laut selama 87 hari tanpa henti dan menempuh sekitar 20.000 mil laut. Rekam jejak itu menjadi salah satu bukti kemampuan kapal dalam menjalankan operasi jarak jauh dan berkelanjutan.
Kembali ke Mediterania, Lebanon hingga Libya
Pada 2006, Giuseppe Garibaldi dikerahkan ke kawasan Lebanon. Kapal tersebut berfungsi sebagai pusat komando dan mendukung operasi yang berkaitan dengan stabilitas kawasan serta pengerahan kekuatan amfibi.
Lima tahun kemudian, kapal kembali tampil dalam operasi di Libya. Giuseppe Garibaldi terlibat dalam Operation Unified Protector dan menjalankan fungsi sebagai kapal induk sekaligus pusat komando. Operasi tersebut berkaitan dengan penegakan embargo senjata melalui laut serta penerapan zona larangan terbang di Libya berdasarkan mandat Dewan Keamanan PBB.
Dalam periode tersebut, kemampuan Giuseppe Garibaldi sebagai kapal komando dan pangkalan udara kembali diuji dalam misi yang memiliki kompleksitas tinggi.
Pernah Menjadi Flagship Operasi Sophia
Babak penting berikutnya terjadi ketika Giuseppe Garibaldi ditugaskan dalam Operation SOPHIA yang dijalankan Uni Eropa di kawasan Mediterania tengah.
Operasi tersebut diarahkan untuk memerangi jaringan perdagangan manusia dan penyelundupan migran serta mendukung stabilitas dan keamanan kawasan. Marina Militare mencatat Giuseppe Garibaldi juga berperan sebagai flagship dalam operasi tersebut.
Pengalaman panjang itu memperlihatkan bahwa kapal ini memiliki kemampuan menjalankan misi militer sekaligus operasi keamanan maritim dengan melibatkan banyak unsur.
Tak Sekadar Kapal Induk
Salah satu kemampuan Giuseppe Garibaldi yang membuatnya menarik bagi Indonesia adalah fleksibilitas perannya.
Marina Militare menjelaskan kapal tersebut juga dapat menjalankan fungsi Landing Helicopter Assault (LHA). Dalam konfigurasi ini, kapal dapat membawa helikopter yang digunakan untuk mengangkut personel dan material dalam operasi amfibi. Dengan demikian, perannya tidak terbatas sebagai pangkalan udara bergerak, tetapi juga sebagai sarana proyeksi kekuatan dari laut ke darat.
Kemampuan tersebut menjadikan kapal seperti Giuseppe Garibaldi relevan untuk operasi yang membutuhkan kombinasi komando, dukungan udara, mobilitas pasukan, serta kemampuan bertahan dalam operasi jarak jauh.
Babak Baru di Indonesia
Kini Giuseppe Garibaldi menghadapi fase baru. Setelah bertahun-tahun beroperasi di bawah bendera Italia, kapal tersebut dalam perjalanan menuju Indonesia untuk menjadi bagian dari modernisasi dan penguatan kemampuan TNI Angkatan Laut.
Dengan rencana perubahan nama menjadi KRI Gajah Mada, kedatangan kapal sepanjang sekitar 180 meter itu menjadi salah satu momentum penting bagi pengembangan kekuatan maritim Indonesia.
Jejak panjang Giuseppe Garibaldi memberi gambaran bahwa kapal ini datang ke Indonesia bukan sebagai platform kosong. Ia membawa pengalaman operasi di Somalia, kawasan Timur Tengah, Balkan, Lebanon, Libya hingga Mediterania.
Tantangan berikutnya bagi Indonesia adalah bagaimana mengintegrasikan kapal tersebut dengan doktrin, sistem persenjataan, unsur udara, awak kapal, serta strategi pertahanan nasional.
Dengan sejarah operasi yang panjang dan kemampuan multi-peran, perjalanan Giuseppe Garibaldi dari Italia menuju Indonesia bukan sekadar perpindahan kapal. Ini menjadi awal dari babak baru bagi salah satu aset paling unik dalam sejarah kekuatan laut Indonesia.















Komentar