JurnalPatroliNews | Bogor — Presiden Prabowo Subianto kembali menggelar rapat terbatas bersama sejumlah pejabat strategis pemerintah di kediamannya, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (23/8/2026).
Pertemuan yang berlangsung sejak Minggu sore hingga malam tersebut menjadi forum evaluasi atas sejumlah instruksi pemerintah, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sejumlah pejabat hadir dalam rangkaian pertemuan itu, di antaranya Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Muhammad Herindra, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (BAPPISUS) Aris Marsudiyanto, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Pada sesi terakhir, Prabowo bertemu Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto bersama para Kepala Staf Angkatan. Pertemuan tersebut difokuskan pada evaluasi tindak lanjut instruksi Presiden mengenai dukungan pemerintah yang harus segera didistribusikan ke wilayah terdampak di Kalimantan dan NTT, khususnya bantuan yang membutuhkan dukungan transportasi udara.
Seskab Teddy Indra Wijaya mengatakan pembahasan tersebut merupakan bagian dari rangkaian koordinasi pemerintah untuk memastikan instruksi Presiden benar-benar diterjemahkan menjadi langkah konkret di lapangan.
“Pada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,” ujar Teddy dalam keterangan tertulis, Senin (24/8/2026).
Salah satu fokus utama rapat adalah memperkuat operasi pemadaman karhutla di Kalimantan.
Pemerintah menambah 17 pesawat yang difungsikan untuk operasi water bombing. Tambahan armada tersebut menjadi bagian dari penguatan operasi udara untuk mempercepat pemadaman titik-titik api di wilayah terdampak.
Sebelumnya, pemerintah juga telah memperkuat operasi udara dengan armada yang sudah berada di Kalimantan. Dalam kunjungan langsungnya ke Kalimantan pada Sabtu (22/8), Prabowo menginstruksikan peningkatan dukungan personel, peralatan, dan sarana pemadaman. Pemerintah juga menyiapkan tambahan helikopter water bombing serta dukungan operasi modifikasi cuaca.
Tidak hanya mengandalkan operasi udara, pemerintah turut mengerahkan tambahan 1.500 prajurit TNI beserta perlengkapan perorangan untuk membantu penanganan kebakaran di lapangan.
Dukungan tersebut ditujukan untuk memperkuat operasi darat, terutama dalam menangani titik-titik api yang masih tersebar di sejumlah kawasan.
Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah kebakaran bawah permukaan tanah, khususnya di kawasan gambut.
Untuk itu, pemerintah mengirimkan 200 pompa beserta pipa guna mendukung proses pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah. Langkah ini menjadi bagian dari strategi penanganan karhutla yang tidak hanya berorientasi pada pemadaman api di permukaan.
Penguatan peralatan tersebut dinilai penting mengingat karakteristik kebakaran lahan gambut yang dapat terus membara di bawah permukaan dan kembali memunculkan titik api apabila tidak ditangani secara menyeluruh.
Presiden sebelumnya juga menekankan pentingnya respons cepat dan terkoordinasi dengan menggabungkan kekuatan personel, peralatan darat, dukungan udara, serta operasi modifikasi cuaca.
Selain karhutla, Prabowo membahas kelanjutan rekonstruksi dan penanganan masyarakat yang terdampak gempa di NTT.
Pemerintah memastikan dukungan yang telah diperintahkan dapat menjangkau masyarakat terdampak serta mendukung proses pemulihan di wilayah bencana.
Dalam konteks tersebut, rapat di Hambalang menjadi bagian dari upaya memastikan distribusi bantuan dan dukungan pemerintah tidak berhenti pada instruksi administratif, tetapi benar-benar sampai ke daerah yang membutuhkan.
Teddy menyebut agenda penanganan NTT juga menjadi bagian dari pembahasan Presiden bersama jajaran TNI dan pejabat terkait.
Dalam rapat tersebut, Presiden juga menyampaikan apresiasi kepada personel TNI dan Polri yang bergerak cepat menangani berbagai persoalan di lapangan.
Penghargaan tersebut diberikan atas keterlibatan aparat dalam penanggulangan karhutla di Kalimantan, penanganan dampak gempa di NTT, hingga berbagai tugas pelayanan masyarakat di wilayah Indonesia lainnya.
“(Presiden menyampaikan) apresiasi terhadap gerak cepat personel TNI-Polri di berbagai sektor dan wilayah seluruh Indonesia,” kata Teddy.
Rangkaian pertemuan di Hambalang memperlihatkan upaya pemerintah memperkuat koordinasi lintas lembaga dalam menghadapi situasi darurat. Penanganan karhutla di Kalimantan dan pemulihan pascagempa di NTT menjadi dua agenda yang membutuhkan dukungan sumber daya besar sekaligus koordinasi cepat antara pemerintah pusat, TNI, Polri, dan pemerintah daerah.
Bagi pemerintah, efektivitas penanganan bencana kini tidak hanya diukur dari kecepatan pengerahan personel dan peralatan, tetapi juga dari kemampuan memastikan bantuan tiba di lokasi terdampak dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.















Komentar