“Ini kesempatan yang harus disyukuri karena koperasi bisa terjun lagi ke sektor pertambangan, maka saya mendorong Himpuni bisa menggerakkan pendirian koperasi di sektor tambang karena saya yakin Himpuni memiliki ribuan orang pintar yang siap mengelola koperasi,” kata Wamenkop Ferry.
Secara khusus, Wamenkop Ferry Juliantono juga mendorong kepada pemerintah di Provinsi Sulawesi Selatan untuk lebih intens memberikan perhatian kepada koperasi-koperasi produsen di wilayahnya.
Hal ini penting dilakukan karena Sulawesi Selatan menjadi wilayah dengan potensi alam yang luar biasa yang bisa dikembangkan oleh koperasi. Kemenkop komitmen memberikan dukungan asistensi, inkubasi hingga kemudahan akses pembiayaan kepada koperasi di Sulawesi Selatan.
“Kemenkop punya LPDB (Lembaga Pengelola Dana Bergulir) yang mengelola keuangan khusus untuk koperasi dan Pak Prabowo komitmen menambahkan dana kelolaan untuk membantu koperasi di Indonesia,” ucap Wamenkop Ferry.
Sementara itu Ketua Panitia Pengarah Sidang Umum Majelis Umum Himpuni Walneg S. Jas mengapresiasi komitmen pemerintah pusat untuk mewujudkan berbagai program strategis seperti swasembada pangan hingga swasembada energi. Menurutnya komitmen tersebut perlu didukung olah berbagai stakeholder agar visi dan misi pemerintah bisa tercapai.
Himpuni, kata Walneg, siap menjalin kolaborasi dan sinergi yang lebih intens dengan pemerintah demi mewujudkan misi besar tersebut. Sejauh ini pihaknya sudah menjalin kerja sama dengan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mengakselerasi program swasembada pangan melalui Brigade Pangan. Saat ini terdapat 400 alumni muda yang diterjunkan untuk mendukung pengembangan sektor pertanian di Sulawesi Selatan.
“Himpuni telah berperan aktif pada pencapaian prioritas pemerintah. Kita ingin aksi nyata dan konkrit seperti yang sudah kita lakukan dengan Kementan untuk menurunkan Brigade Pangan,” ujar Walneg.














