JurnalPatroliNews | Bogor — Upaya menjaga kebersihan fasilitas publik di Kota Bogor diwarnai teguran keras Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin terhadap seorang pria yang kedapatan buang air kecil sembarangan di kawasan Alun-alun Kota Bogor.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu malam, 6 September 2026, ketika Jenal tengah memimpin kegiatan pembersihan sejumlah fasilitas publik di sekitar kawasan Balai Kota Bogor.
Saat melakukan pengecekan, Jenal mendapati seorang pria sedang buang air kecil di area taman yang seharusnya dijaga kebersihannya.
Dalam video yang diunggah Jenal, ia langsung menegur pria tersebut.
“Wei! Nu kencing di dieu, leu. Tuh, tuh, tuh,” kata Jenal sambil menunjuk ke arah pria tersebut.
Pria itu kemudian meminta maaf. Namun, Jenal tetap memberikan teguran karena kawasan tersebut menurutnya baru saja dibersihkan.
“Itu kemarin baru dibersihin sama saya ya,” ujar Jenal.
Toilet Gratis Sudah Disediakan
Jenal mempertanyakan alasan pria tersebut tetap memilih buang air kecil sembarangan, sementara fasilitas toilet telah tersedia dan dapat digunakan masyarakat secara gratis.
Ia meminta kebiasaan semacam itu dihentikan karena dapat mengotori ruang publik dan menimbulkan persoalan kebersihan.
“Kebiasaan kamu kaya binatang. Itu toilet ada di sana!” tegas Jenal.
Pria tersebut disebut menerima teguran tersebut. Jenal kemudian meminta yang bersangkutan menunjukkan kartu identitas.
Dalam rekaman itu, Jenal juga menyoroti kondisi kawasan yang sebelumnya telah dibersihkan. Menurutnya, perilaku buang air kecil sembarangan berpotensi membuat lingkungan kembali kotor sekaligus menimbulkan bau tidak sedap.
“Ini pelakunya kencing sembarangan nih,” ucapnya.
Dipergoki Saat Pejabat Ada di Lokasi
Jenal juga menyinggung bahwa saat kejadian sejumlah pejabat berada di lingkungan Balai Kota Bogor.
Kondisi tersebut membuatnya mempertanyakan keberanian pria tersebut melakukan aksi buang air kecil sembarangan meski aktivitas pemerintahan dan kegiatan pembersihan sedang berlangsung.
“Kamu tahu nggak lagi ada Wakil Wali Kota, ada Sekda, noh masih berani kencing di hadapan orang,” katanya.
Meski demikian, persoalan utama yang disoroti Jenal bukan semata keberadaan pejabat, melainkan kesadaran warga dalam menggunakan fasilitas publik secara tertib.
Tengah Semprot Kawasan Bogor
Jenal menjelaskan bahwa kegiatan pembersihan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kenyamanan warga.
Ia saat itu sedang melakukan penyemprotan di sejumlah kawasan Kota Bogor, termasuk untuk membantu mengurangi debu.
“Lihat atuh, saya lagi nyemprot ieu Bogor, banyak debu, buat warga juga. Itu toilet ada, saya sediakan gratis,” ujar Jenal.
Menurutnya, upaya pemerintah menjaga kebersihan kota membutuhkan dukungan dari masyarakat.
Fasilitas publik yang telah dibersihkan akan kembali kotor apabila warga tidak ikut menjaga perilaku dan kebersihan lingkungan.
Pengawasan Malam Hari Dievaluasi
Selain memberikan teguran kepada pria tersebut, Jenal turut menyoroti sistem pengawasan di kawasan Balai Kota Bogor, khususnya pada malam hari.
Ia meminta petugas melakukan evaluasi terhadap penjagaan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa persoalan kebersihan ruang publik tidak hanya berkaitan dengan perilaku warga, tetapi juga membutuhkan pengawasan yang berjalan secara konsisten.
Menurut Jenal, pemerintah terus berupaya membangun Kota Bogor yang bersih, tertata dan nyaman bagi masyarakat.
“Kita mah jaga kota ini biar rapi, biar bersih,” katanya.
Berujung Sanksi Sosial
Sebagai tindakan sementara, pria yang kedapatan buang air kecil sembarangan tersebut disebut akan diberikan sanksi sosial.
Dalam rekaman video, Jenal menyebut pria tersebut diminta membantu melakukan penyemprotan di kawasan tersebut.
“Kita cek sanksinya, sementara dia suruh semprot dulu,” pungkasnya.
Langkah itu menjadi bentuk teguran langsung agar pelanggaran terhadap kebersihan fasilitas publik tidak kembali dilakukan.
Peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga kebersihan Kota Bogor bukan hanya tugas pemerintah dan petugas kebersihan.
Fasilitas publik yang telah disediakan, termasuk toilet gratis, perlu digunakan sebagaimana mestinya. Sebab, kebersihan kawasan kota pada akhirnya juga sangat bergantung pada kedisiplinan masyarakat yang menggunakannya.















Komentar