Ketum TP PKK Soroti Peran Keluarga, Pendidikan Karakter Harus Dimulai dari Rumah

JurnalPatroliNews | Timor Tengah Utara – Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Tri Tito Karnavian, menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter dan kepribadian anak sejak usia dini.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sekolah, tetapi sangat bergantung pada pola pengasuhan, keteladanan, serta nilai-nilai yang ditanamkan orang tua di lingkungan keluarga.

Pesan tersebut disampaikan Tri saat mengunjungi TK Dharma Wanita Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam kegiatan yang digelar Pokja II Bidang Pendidikan dan Peningkatan Ekonomi Keluarga TP PKK Pusat sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan anak usia dini dan pembangunan karakter generasi masa depan.

Dalam sambutannya, Tri memberikan apresiasi kepada para guru dan orang tua yang selama ini berperan aktif mendampingi proses tumbuh kembang anak-anak. Ia menilai pendidikan karakter harus dimulai dari rumah melalui kebiasaan sehari-hari yang mencerminkan nilai disiplin, kejujuran, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap sesama.

“Pendidikan yang terbaik itu ada di rumah. Kita harus mendidik mereka, menciptakan suasana disiplin, karakter, bertanggung jawab, jujur, dan nilai-nilai lainnya dimulai dari lingkungan keluarga,” ujarnya.

Orang Tua Diminta Bijak Mengenalkan Gawai

Selain menyoroti pentingnya pendidikan karakter, Tri juga mengingatkan para orang tua agar tidak terburu-buru memberikan telepon genggam kepada anak-anak usia dini.

Menurutnya, penggunaan gawai tanpa pengawasan berpotensi membuat anak terpapar informasi dan konten yang belum sesuai dengan tingkat perkembangan psikologis mereka.

Ia mengungkapkan bahwa prinsip tersebut juga diterapkan dalam keluarganya. Anak-anaknya baru diperkenankan menggunakan telepon genggam ketika telah memasuki usia yang dinilai cukup matang.

Karena itu, Tri mengimbau masyarakat agar tidak mudah mengikuti tren media sosial yang menjadikan anak-anak sebagai kreator konten atau influencer sejak usia dini.

“Jangan menjadikan itu sebagai tren bagi anak-anak kita. Hal seperti itu justru tidak memberikan pendidikan yang baik,” katanya.

Persiapkan Generasi Tangguh Hadapi Masa Depan

Tri menilai anak-anak Indonesia saat ini merupakan calon pemimpin bangsa yang kelak akan menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Oleh sebab itu, pembangunan karakter harus berjalan beriringan dengan peningkatan kemampuan akademik maupun keterampilan sosial.

Ia mengajak seluruh orang tua untuk membiasakan anak-anak rajin belajar, berdoa, menghormati guru dan orang tua, serta aktif berinteraksi dengan teman-temannya.

Menurutnya, aktivitas bermain bersama merupakan bagian penting dalam membangun kemampuan bersosialisasi, kerja sama, dan perkembangan emosional anak.

“Kita ingin mereka tumbuh menjadi generasi yang cerdas, mandiri, berkarakter, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya,” pesannya.

Serahkan Bantuan Pendidikan

Kunjungan Ketua Umum TP PKK berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Kedatangannya disambut pertunjukan drumband anak-anak serta prosesi pengalungan kain adat khas Nusa Tenggara Timur.

Pada kesempatan tersebut, Tri juga menyempatkan diri berdialog dengan para siswa, guru, serta orang tua murid sebelum menyerahkan sejumlah bantuan berupa perlengkapan sekolah, paket buku bacaan, bantuan sembako bagi tenaga pendidik, serta petugas kebersihan sekolah.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Provinsi NTT Mindriyati Astiningsih Laka Lena, Ketua TP PKK Kabupaten Timor Tengah Utara Andina Winantuningtyas, serta Wakil Ketua TP PKK Kabupaten TTU Elisabeth Endang Sri Susilowati.

Melalui kunjungan tersebut, TP PKK berharap semakin banyak keluarga yang menyadari bahwa pembentukan karakter anak dimulai dari rumah. Sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam mencetak generasi Indonesia yang berkualitas, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Komentar